Jelajah

Dipertahankan Siapkan Rp 1,8 M Untuk Bantu Petani Gurem di Ponorogo

Nasib petani kecil, mendapat perhatian khusus dari dinas pertanian ketahanan dan perikanan – Dipertahankan Pemkab Ponorogo. Tahun 2023 ini, OPD yang dipimpin Masun tersebut, menyiapkan anggaran Rp 1,8 Milyar untuk membantu petani yang memiliki lahan kurang dari satu kotak.

Kabid Prasarana pertanian Dipertahankan, Mahendro Akso menjelaskan bantuan itu bukan dalam bentuk uang melainkan berupa pupuk non subsidiĀ  jenis NPK. Saat ini pihaknya masih melakukan verifikasi data yang disampaikan para kelompok tani. Kalau mengacu data awal ada sekitar 775 hektar yang akan dibantu atau sekitar alokasi 108,5 ton.

Memang belum semua petani gurem mendapatkan namun setidaknya bantuan tersebut akan berlangsung secara bertahap. Dipilihnya petani dengan lahan kurang dari satu kotak lantaran lebih membutuhkan. Selama ini selain mereka menggarap lahannya sendiri juga merangkap jadi buruh tani untuk bisa memenuhi kebutuhan hidupnya.

Jika mengandalkan alokasi pupuk bersubsidi juga sangat terbatas sehingga pemerintah lebih memilih membantu pupuk non subsidi hanya untuk petani kecil.

Sebenarnya, alokasi penyaluran pupuk bersubsidi sejatinya bakal meningkat tahun ini. Pupuk jenis urea jatah Ponorogo adalah 28,9 ton dan pupuk NPK seberat 14,8 ton. Naik dibandingkan realisasi 2022 lalu, yakni untuk urea 27,4 ton dan NPK 13,8 ton.