Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Diduga Korsleting, Mobil Pikap Terbakar di Tegalombo Kauman
  • Puncak Kemarau BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla
  • Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN
  • Perpustakaan Keliling Kunjungi Sekolah Pinggiran, Ajak Siswa Suka Baca dan Permainan Edukatif
  • Permintaan Pembuatan Kartu Kuning di Disnaker Ponorogo Meningkat, Didominasi CPMI
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2021
  • Maret
  • 23
  • Kalangan Petani Pertanyakan Kebijakan Impor Beras Pemerintah
  • Jelajah

Kalangan Petani Pertanyakan Kebijakan Impor Beras Pemerintah

Gema Surya FM Selasa 23 Maret 2021 | 14:17 WIB
nh-beras-bulog-5
Ilustrasi / Foto : Istimewa

Kalangan petani di Ponorogo kembali mempertanyakan kebijakan Impor beras oleh Pemerintah, pasalnya kebijakan itu ditengah petani memasuki panen raya sementara di Indonesia sendiri belum terjadi krisis pangan. Salah satu petani yang memprotes kebijakan tersebut adalah Ratna dari Sukorejo  dimana tidak habis pikir dengan alasan Pemerintah mengimpor beras hingga 1 juta ton. 

Akibat dari rencana tersebut saja, harga gabah di pasaran saat ini sudah anjlok, bahkan mengalami titik terendah dibanding panen panen sebelumnya. Jika beras Impor tersebut tiba di Indonesia tidak bisa dibayangkan terpuruknya petani karena harga gabah bisa anjlok lagi. Saat ini saja harga gabah kering panen di Ponorogo mencapai 4300 rupiah per kg nya, jauh dibanding panen sebelumnya yang tembus 5000 rupiah per kg nya. Disinggung anjuran menyimpan gabah saat panen raya sambil menunggu harga membaik, kata Ratna bukan solusi tepat, yang terjadi selama ini jika gabah disimpan lalu dijual beberapa bulan berikutnya dianggap gabah lama sehingga harganya menjadi lebih murah, belum lagi ancaman panen raya padi dimana mana yang membuat harganya sulit terkerek naik karena berlimpah.

Lebih lanjut Ratna mempertanyakan, program swasembada pangan yang sudah didengungkan sejak tahun 2015 lalu, informasi yang dia dengar dari Pemerintah, setiap tahun Indonesia selalu ada peningkatan produksi padi. Dengan swa sembada pangan berarti kebutuhan beras Nasional sudah bisa dicukupi petani di Indonesia, jika program tersebut jalan, tahun 2021 ini seharusnya Indonesia sudah bisa mengekspor beras bukan justru mengimpor.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Bantuan Pangan Bagi Panti dan Lembaga Sosial Naik, Namun Pencairan Molor
Next: Dewan Sesalkan Kasus Tertukarnya Jenazah Pasien Covi-19

Related Stories

Mobil Pikap Terbakar karna Korsleting (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Diduga Korsleting, Mobil Pikap Terbakar di Tegalombo Kauman

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:46 WIB
Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:03 WIB
BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Puncak Kemarau BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:31 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.