
Tahun Ajaran Baru 4 SD Negri di Ponoogo Tidak Dapat Murid Baru (Foto: Yudi)
Sebanyak empat Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Ponorogo tidak mendapatkan siswa baru pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027. Keempat sekolah tersebut yakni SDN Setono di Kecamatan Jenangan, SDN Nailan di Kecamatan Slahung, SDN 3 Pomahan di Kecamatan Pulung, dan SDN 4 Tempuran di Kecamatan Sawoo.
Ketua SPMB 2026 Kabupaten Ponorogo, Farida Nuraini, mengakui kondisi sekolah tanpa siswa baru hampir terjadi setiap tahun. Karena itu, pihaknya telah melakukan pemetaan di lapangan untuk mengetahui penyebab utama rendahnya minat masyarakat terhadap sekolah-sekolah tersebut.
“Kondisi ada sekolah yang tidak mendapatkan siswa baru memang hampir terjadi setiap tahun. Karena itu kami melakukan pemetaan untuk mengetahui penyebabnya sehingga bisa dicarikan solusi yang tepat,” ujar Farida Nuraini.
Ia menjelaskan, salah satu faktor utama adalah jumlah lulusan taman kanak-kanak (TK) yang tidak sebanding dengan daya tampung SD yang tersedia. Saat ini, Kabupaten Ponorogo memiliki sekitar 560 lembaga pendidikan tingkat SD sehingga persaingan memperoleh peserta didik baru cukup tinggi.
“Salah satu penyebabnya adalah jumlah lulusan TK yang tidak sebanding dengan jumlah sekolah dasar yang ada. Di Ponorogo terdapat sekitar 560 lembaga pendidikan tingkat SD sehingga persaingan mendapatkan siswa memang cukup tinggi,” katanya.
Selain itu, Farida menyebut faktor demografi juga turut memengaruhi jumlah peserta didik baru. Namun, pihaknya belum dapat menyimpulkan apakah kondisi tersebut berkaitan dengan keberhasilan program keluarga berencana karena belum memiliki data yang valid.
“Faktor demografi juga berpengaruh. Namun kami tidak bisa langsung mengaitkannya dengan program keluarga berencana karena tidak memiliki data yang benar-benar riil untuk menyimpulkan hal tersebut,” jelasnya.
Menurut Farida, Dinas Pendidikan telah melakukan pemetaan potensi calon peserta didik dengan melibatkan pemerintah desa setempat agar distribusi siswa dapat diketahui lebih akurat.
“Kami juga berkolaborasi dengan pemerintah desa untuk memetakan potensi calon siswa di masing-masing wilayah sehingga bisa diketahui kondisi sebenarnya di lapangan,” ungkapnya.
Ia menegaskan seluruh sekolah negeri pada dasarnya memiliki sarana dan prasarana yang relatif sama. Meski demikian, pihaknya mendorong setiap sekolah untuk terus berinovasi agar memiliki daya tarik lebih di mata masyarakat.
“Sarana dan prasarana sekolah pada dasarnya hampir sama. Karena itu kami mendorong seluruh sekolah agar terus berinovasi, meningkatkan kualitas layanan, sehingga SD negeri semakin diminati oleh masyarakat,” pungkas Farida Nuraini.



