
Dalam Semalam, Karhutla di 3 Lokasi (Foto: Ismoyo)
Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ponorogo terus meningkat seiring musim kemarau. Dalam satu malam, Senin (13/7/2026), dilaporkan terjadi tiga kebakaran di Bukit Dungwatu, Desa Bancangan, Kecamatan Sambit, lahan desa dan warga di Desa Sukosari, Kecamatan Kauman, serta di Desa Tatung, Kecamatan Balong.
Sekretaris BPBD Ponorogo, Ismoyo, mengatakan vegetasi yang terbakar didominasi tanaman jati dan rimba campur. Total luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai hampir 19 hektare, dengan rincian sekitar 15 hektare di Karanggayam, Desa Sukosari, Kecamatan Kauman, sekitar 3 hektare di Bukit Dungwatu, Desa Bancangan, Kecamatan Sambit, dan sekitar 1,5 hektare di Desa Tatung, Kecamatan Balong.
“Lahan yang terbakar didominasi tanaman jati dan rimba campur. Total luas area yang terdampak diperkirakan hampir 19 hektare, tersebar di Sukosari, Bancangan, dan Tatung,” ujar Ismoyo.
Ia menjelaskan, kebakaran pertama kali diketahui warga pada sore hari, kemudian dilaporkan kepada pemerintah desa dan diteruskan ke BPBD Ponorogo. Setelah menerima laporan, BPBD langsung melakukan kaji cepat sesuai standar operasional prosedur (SOP) serta berkoordinasi dengan Perhutani dan instansi terkait untuk melakukan penanganan.
“Begitu menerima laporan, kami langsung melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait agar penanganan bisa segera dilakukan,” katanya.
Menurut Ismoyo, sekitar pukul 22.00 WIB api berhasil dilokalisasi sehingga tidak meluas ke kawasan hutan lainnya. Meski area yang terbakar cukup luas, api hanya menghanguskan selasah, semak belukar, dan tumpukan daun jati kering.
“Sekitar pukul 22.00 WIB api berhasil dilokalisasi. Yang terbakar sebagian besar hanya selasah, semak belukar, dan tumpukan daun jati kering,” jelasnya.
Ia mengakui, dalam sepekan terakhir tren kebakaran hutan di Ponorogo mengalami peningkatan. Sebelumnya, kebakaran juga terjadi di kawasan hutan lindung Gunung Wawar, Petak 23 RPH Watubonang, BKPH Ponorogo Barat, KPH Lawu DS, Desa Karangjoho, Kecamatan Badegan, pada Sabtu (11/7/2026). Peristiwa tersebut menghanguskan sekitar 1,7 hektare lahan yang didominasi tanaman jati, serasah rumput, dan semak belukar.
Meski demikian, Ismoyo menegaskan seluruh kejadian tersebut belum berstatus darurat bencana karena tidak mengancam permukiman warga. BPBD bersama Perhutani dan unsur terkait tetap melakukan pemantauan secara intensif hingga seluruh titik api benar-benar padam guna mencegah munculnya kebakaran susulan.
“Statusnya belum darurat bencana karena tidak mengancam permukiman warga. Namun kami bersama Perhutani dan instansi terkait tetap melakukan pemantauan hingga seluruh titik api benar-benar padam agar tidak terjadi kebakaran susulan,” pungkas Ismoyo.



