
Rumah Joglo di Kelurahan Brotonegaran Terbakar (Foto: Bambang Supeno)
Tiada hari tanpa kasus kebakaran di Kabupaten Ponorogo. Kali ini, kebakaran melanda rumah joglo milik Gus Fuad di Kelurahan Brotonegaran, Kecamatan Ponorogo, Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 05.10 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp200 juta.
Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Ponorogo, Bambang Supeno, mengatakan petugas langsung mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran sesaat setelah menerima laporan dari warga. Namun, proses pemadaman sempat tertunda karena aliran listrik PLN di lokasi masih menyala sehingga petugas harus menunggu hingga dinyatakan aman.
“Begitu menerima laporan kami langsung mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran. Namun setibanya di lokasi kami belum bisa langsung melakukan pemadaman karena aliran listrik masih menyala sehingga harus menunggu hingga benar-benar aman,” ujar Bambang Supeno.
Setelah kondisi dinyatakan aman, petugas berjibaku memadamkan api selama kurang lebih dua jam hingga kobaran berhasil dipadamkan sepenuhnya.
“Proses pemadaman berlangsung sekitar dua jam hingga api berhasil dipadamkan seluruhnya,” katanya.
Bambang menjelaskan, penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik. Selain menghanguskan bangunan joglo, api juga melalap berbagai barang berharga di dalam rumah, seperti perangkat sound system yang biasa digunakan untuk kegiatan pengajian, komputer, laptop, serta peralatan kompang.
“Dugaan sementara kebakaran disebabkan korsleting listrik. Kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp200 juta karena selain bangunan, berbagai peralatan seperti sound system, komputer, laptop, dan perlengkapan kompang juga ikut terbakar,” jelasnya.
Ia kembali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama selama musim kemarau yang rawan terjadi kebakaran. Warga diminta rutin memeriksa instalasi listrik dan memastikan api benar-benar padam setelah digunakan.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama di musim kemarau. Pastikan instalasi listrik dalam kondisi baik dan jangan meninggalkan sumber api sebelum benar-benar padam agar tidak memicu kebakaran,” pungkas Bambang Supeno.



