
Kebakaran Dapur di Desa Bungkal, Kerugian Diperkirakan 5 hingga 10 Juta Rupiah (Foto: Iim Bungkal)
Kebakaran melanda dapur milik Wiwin, warga Desa Bungkal, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh api tungku yang belum padam sempurna setelah digunakan memasak. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun kerugian ditaksir mencapai Rp5 juta hingga Rp10 juta.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Ponorogo, Bambang Supeno, mengatakan petugas langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan dari warga dengan mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran beserta personel.
“Begitu menerima laporan, kami langsung mengerahkan petugas bersama satu unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi. Setelah berjibaku sekitar satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sehingga tidak sampai meluas ke seluruh bangunan rumah,” ujar Bambang Supeno.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kebakaran diduga berasal dari tungku yang sebelumnya digunakan untuk memasak oleh mertua pemilik rumah. Meski api telah dipadamkan, bara diduga masih tersisa sehingga kembali menyala dan merembet ke tumpukan kayu bakar serta bagian dapur.
“Informasi yang kami terima, sebelum kejadian mertua pemilik rumah memasak menggunakan tungku. Api memang sudah dipadamkan, namun diduga belum benar-benar mati sehingga kembali menyala dan merembet ke tumpukan kayu bakar serta kandang yang berada di sekitar dapur,” katanya.
Saat kejadian, lanjut Bambang, di dalam rumah hanya terdapat ibu pemilik rumah yang baru saja sembuh dari sakit. Sementara penghuni lainnya sedang bekerja di luar rumah sehingga tidak berada di lokasi saat kebakaran terjadi.
Beruntung, respons cepat petugas pemadam kebakaran bersama warga berhasil mencegah api menjalar ke bangunan utama rumah sehingga kerusakan hanya terjadi pada bagian dapur.
“Saat kejadian hanya ibu pemilik rumah yang berada di dalam rumah, sedangkan penghuni lainnya sedang bekerja. Berkat penanganan yang cepat, api berhasil dikendalikan sehingga tidak sampai membakar bangunan induk rumah. Kami mengimbau masyarakat agar benar-benar memastikan api tungku maupun sumber api lainnya telah padam sempurna sebelum ditinggalkan agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkas Bambang Supeno.



