
Sepekan Terjadi 4 Kebakaran Hutan (Foto: Hadi Susanto)
Musim kemarau mulai diwarnai meningkatnya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ponorogo. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo mencatat dalam sepekan terakhir telah terjadi empat kali kebakaran hutan, masing-masing dua titik di Kecamatan Sampung dan satu titik di Desa Karangjoho, Kecamatan Badegan.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Ponorogo, Hadi Susanto, mengatakan meski lokasi kebakaran berada jauh dari permukiman warga, setiap kejadian tetap harus ditangani hingga api benar-benar padam agar tidak meluas ke kawasan hutan lainnya.
“Walaupun lokasi kebakaran berada jauh dari permukiman penduduk, tetap kami tangani sampai api benar-benar padam. Rata-rata kebakaran yang terjadi dalam sepekan terakhir berada di kawasan puncak pegunungan,” ujar Hadi Susanto.
Menurutnya, kebakaran yang terjadi sejauh ini didominasi pembakaran selasah dan rerumputan kering. Dugaan sementara, api berasal dari ulah oknum warga yang membakar sampah kering kemudian meninggalkannya begitu saja hingga merembet ke kawasan hutan.
“Yang terbakar rata-rata hanya selasah dan rerumputan. Dugaan sementara, api berasal dari warga yang membakar sampah kering lalu ditinggalkan. Karena kondisi cuaca sedang kering dan angin cukup kencang, api dengan cepat menjalar, apalagi di bawah pohon banyak tumpukan daun jati yang sudah mengering,” katanya.
Hadi mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan selama musim kemarau. Selain itu, warga yang mengetahui adanya titik api diminta segera melapor kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar hutan maupun lahan secara sembarangan selama musim kemarau. Jika melihat adanya indikasi kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar bisa segera ditangani dan tidak meluas ke kawasan hutan lainnya,” pungkas Hadi Susanto.



