Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Diduga Korsleting, Mobil Pikap Terbakar di Tegalombo Kauman
  • Puncak Kemarau BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla
  • Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN
  • Perpustakaan Keliling Kunjungi Sekolah Pinggiran, Ajak Siswa Suka Baca dan Permainan Edukatif
  • Permintaan Pembuatan Kartu Kuning di Disnaker Ponorogo Meningkat, Didominasi CPMI
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2024
  • Juni
  • 7
  • Pelaku Dugaan Penganiayaan Berujung Kematian di Ngumpul Balong Akui Rekayasa Laka Tunggal karena Takut
  • Headline
  • Jelajah

Pelaku Dugaan Penganiayaan Berujung Kematian di Ngumpul Balong Akui Rekayasa Laka Tunggal karena Takut

Gema Surya FM Jumat 7 Juni 2024 | 09:31 WIB
Saksi
Rekayasa kasus terpaksa dilakukan karena pelaku dan saksi takut. (Foto/Yudi)

Takut, itulah alasan tersangka SU (22) dan 4 saksi lainnya yang sengaja merekayasa kecelakaan tunggal meninggalnya Jiono (37), warga Ngumpul Balong. Padahal Jiono meninggal dunia karena berkelahi dengan tersangka.

Hal tersebut disampaikan Suryo Alam, kuasa hukum tersangka SU, di mana tidak ada motif lain dalam kejadian tersebut. Kliennya sejauh ini tidak mempunyai masalah dengan lingkungan tempat tinggalnya.

Pihaknya berharap hal itu bisa meringankan saat sidang di pengadilan negeri. SU nekat berkelahi dengan Jiono karena dipengaruhi alkohol setelah pesta miras dengan Jiono dan 4 saksi lainnya, sehingga mengakibatkan Jiono meninggal dunia.

Pihaknya kemarin juga mengikuti jalannya rekonstruksi kasus penganiayaan yang berujung hilangnya nyawa Jiono. Berdasarkan tahapan demi tahapan, kronologi yang sudah dilalui, saksi, dan bukti di TKP sudah sesuai dengan fakta yang ada.

Sekadar informasi, seperti kasus Vina Cirebon, makam Jiono, warga Desa Ngumpul, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, dibongkar beberapa waktu lalu. Makam pemuda berusia 37 tahun itu dibongkar setelah 40 hari meninggal lantaran kecurigaan keluarga.

Jiono awalnya dilaporkan meninggal dunia karena kecelakaan tunggal. Namun, keluarga curiga Jiono tewas dianiaya berujung meninggal dunia. (yd/rl/ab) 

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Sulit Cari Lokalan, Petani Sukorejo Banyak Gunakan Tenaga Kerja di Sawah dari Ngawi dan Pacitan
Next: Tersangka Penganiayaan Jiono Warga Ngampel Balong Akui Aniaya Korban Lantaran Sering Dibuat Kesal

Related Stories

Mobil Pikap Terbakar karna Korsleting (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Diduga Korsleting, Mobil Pikap Terbakar di Tegalombo Kauman

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:46 WIB
Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:03 WIB
BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Puncak Kemarau BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:31 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.