Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Harga Sayur Naik Jelang Idul Adha, Cabai Rawit Tembus Rp71 Ribu per Kg
  • Pemkab Ponorogo Salurkan 6 Sapi Kurban di Idul Adha Tahun ini
  • Sempat Viral Tidak Menyembelih Hewan Kurban, Akhirnya Mushola di Dukuh Krajan Desa Wonodadi Ngrayun Dapat Bantuan Hewan Kurban
  • Sapi Bantuan Presiden untuk Ponorogo Disalurkan ke Masjid Jami’ Tegalsari Jetis
  • Pangdam V Brawijaya Tinjau Persiapan Pembangunan Brigif TP dan Yonif TP di Pulung
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2024
  • Juni
  • 7
  • Pelaku Dugaan Penganiayaan Berujung Kematian di Ngumpul Balong Akui Rekayasa Laka Tunggal karena Takut
  • Headline
  • Jelajah

Pelaku Dugaan Penganiayaan Berujung Kematian di Ngumpul Balong Akui Rekayasa Laka Tunggal karena Takut

Gema Surya FM Jumat 7 Juni 2024 | 09:31 WIB
Saksi
Rekayasa kasus terpaksa dilakukan karena pelaku dan saksi takut. (Foto/Yudi)

Takut, itulah alasan tersangka SU (22) dan 4 saksi lainnya yang sengaja merekayasa kecelakaan tunggal meninggalnya Jiono (37), warga Ngumpul Balong. Padahal Jiono meninggal dunia karena berkelahi dengan tersangka.

Hal tersebut disampaikan Suryo Alam, kuasa hukum tersangka SU, di mana tidak ada motif lain dalam kejadian tersebut. Kliennya sejauh ini tidak mempunyai masalah dengan lingkungan tempat tinggalnya.

Pihaknya berharap hal itu bisa meringankan saat sidang di pengadilan negeri. SU nekat berkelahi dengan Jiono karena dipengaruhi alkohol setelah pesta miras dengan Jiono dan 4 saksi lainnya, sehingga mengakibatkan Jiono meninggal dunia.

Pihaknya kemarin juga mengikuti jalannya rekonstruksi kasus penganiayaan yang berujung hilangnya nyawa Jiono. Berdasarkan tahapan demi tahapan, kronologi yang sudah dilalui, saksi, dan bukti di TKP sudah sesuai dengan fakta yang ada.

Sekadar informasi, seperti kasus Vina Cirebon, makam Jiono, warga Desa Ngumpul, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, dibongkar beberapa waktu lalu. Makam pemuda berusia 37 tahun itu dibongkar setelah 40 hari meninggal lantaran kecurigaan keluarga.

Jiono awalnya dilaporkan meninggal dunia karena kecelakaan tunggal. Namun, keluarga curiga Jiono tewas dianiaya berujung meninggal dunia. (yd/rl/ab) 

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: BMKG Prediksi Pucak Musim Hujan Bulan Februari, BPBD Ponorogo Imbau Warga Waspada
Next: Tahun Ini Dinkes di Target Bupati Sugiri Turunkan Angka Stunting Menjadi 4%

Related Stories

Enam sapi di bagikan Pemkab Ponorogo saat idul adha tahun ini (foto: Istimewa)
  • Jelajah

Pemkab Ponorogo Salurkan 6 Sapi Kurban di Idul Adha Tahun ini

Gema Surya FM Kamis 28 Mei 2026 | 11:34 WIB
Cabai Rawit Tembus Rp71 Ribu per Kg (foto: Istimewa)
  • Jelajah

Harga Sayur Naik Jelang Idul Adha, Cabai Rawit Tembus Rp71 Ribu per Kg

Gema Surya FM Kamis 28 Mei 2026 | 11:41 WIB
mushola di dukuh krajan desa Wonodadi Ngrayun dapat bantuan hewan kurban (foto: Hengki)
  • Headline
  • Jelajah

Sempat Viral Tidak Menyembelih Hewan Kurban, Akhirnya Mushola di Dukuh Krajan Desa Wonodadi Ngrayun Dapat Bantuan Hewan Kurban

Gema Surya FM Kamis 28 Mei 2026 | 11:20 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.