HeadlineJelajah

Cegah PMK, DIPERTAHANKAN Siap Libatkan PDHI

Langkah antisipasi terus dilakukan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) agar penyakit mulut dan kaki (PMK) tidak serang ternak sapi dan kambing di Ponorogo. Setelah melakukan penyekatan di daerah perbatasan bersama Polres dan pemeriksaan di pasar hewan Jetis,  juga menyiapkan 25 tenaga dokter hewan. Puluhan tenaga dokter tersebut diambilkan dari persatuan dokter hewan Indonesia PDHI.

Masun Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) mengatakan, jika mengandalkan petugas kesehatan hewan pihaknya hanya memiliki 10 orang saja sehingga tidak mencukupi. Sehingga harus menggandeng PDHI dimana anggotanya banyak yang buka praktek swasta.

Adanya serangan PMK ini, membuka mata semua pihak jika sumber daya manusia (SDM) untuk pencegahan penyakit hewan ini sangat kurang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo hanya memiliki tenaga medis dan paramedik veteriner masing-masing 10 orang.

Jumlah tersebut harus membackup 21 Kecamatan di Ponorogo. Namun Masun menerangkan, jika idealnya dalam satu kecamatan di backup oleh satu dokter tenaga medik dan paramedik veteriner.

Karenanya jika suatu saat kasus PMK di Ponorogo ada dan meningkat, pihaknya akan melibatkan PDHI Ponorogo. Menurutnya idealnya 1 petugas bisa mengcover 1 kecamatan. Untuk saat ini kata Masun, bahwa penanganan PMK difokuskan pada pencegahan, sebab Ponorogo masih zero. (yd/rl)