Jelajah

Tas dan Dompet Mendong dari Nailan Slahung, Sempat Dipilih Untuk Oleh-oleh Presiden

Mendong dulu dikenal untuk membuat alas atau tikar, namun di tangan orang kreatif tanaman jenis rerumputan tersebut, sudah naik kelas menjadi kerajinan tas dan dompet. Salah satu orang kreatif memanfaatkan mendong menjadi kerajinan tangan itu adalah Ihtiari Purweni, warga Nailan Slahung. Sejak setahun terakhir, menekuni home made tas dan dompet dengan anyaman mendong. Kepada gema surya, pengusaha yang memiliki Atiya Collection itu mengaku tas berbahan anyaman mendong tersebut dibuat sejak pandemi.

Awalnya usahanya lesu karena pasar mulai jenuh dan ekonomi warga lesu. Kemudian dirinya tergerak untuk menciptakan sesuatu yang baru yang ramah lingkungan namun memiliki seni tinggi. Terbersit untuk memanfaatkan mendong, karena tikar mendong kurang diminati lagi. Sehingga akhirnya mencari bahan baku itu ke wilayaj Jambon dan Sampung. Pertama kali memunculkan produknya itu, tak banyak karena kurang percaya diri bisa diterima masyarakat. Ternyata di luar dugaan, pertama kali dimunculkan di pasar online, banyak permintaan. Bahkan tak hanya di pasar nasional, melainkan hingga mancanegara seperti Hongkong dan Taiwan.

Pernah juga mendapat pesanan dari istri wakil gubenur Jatim Arumi Bachsin. Yang bikin bangga, produksinya tersebut dipercaya untuk oleh-oleh untuk presiden Joko Widodo saat meresmikan waduk Bendo beberapa waktu lalu. Hanya saja yang jadi kendala terkait keterbatasan bahan baku mendong yang makin sulit dicari. Padahal pihaknya sudah mensiasati memadukannya dengan kulit sintetis. Soal harga bervariasi tergantung ukuran dan model. Biasanya satu set tas dan dompetnya, dihargai minimal 15o ribu rupiah.