AdvertorialHeadlineJelajah

Fatikh Assegaf, Dalang Cilik Terbaik Jatim 2021 Dari Pasar Pon Ponorogo

Luar biasa itulah kata yang pantas diungkapkan kepada Muhammad Fatikh Assegaf, putra dari Bapak Agus hartono. Di usianya yang masih 14 tahun, Fatih sapaan akrabnya, sudah berhasil mendapatkan gelar Dalang cilik Terbaik dan Dalang Catur Terbaik. Gelar itu didapatnya setelah mengikuti kompetisi Festival Dalang cilik tingkat Jawa Timur tahun 2021. Tidak cuman itu saja, rencananya juga akan mewakili Ponorogo untuk maju di tingkat Nasional. Fatih kepada Gema Surya mengungkapkan sangat bangga atas prestasi tersebut. Mengingat ini merupakan kali pertama dan dalam mempersiapkan festival itu dirinya harus dihadapkan dengan banyak tantangan. Salah satunya waktu persiapan yang mepet yakni 1 bulan. Belum lagi crew karawitan yang beranggotakan dari kakak kelasnya juga sulit untuk mengatur waktu latihan karena fokus pada pelajaran sekolah. Selain itu, pandemi membuat segalanya harus serba terbatas. Namun jerih payahnya kini terbayar sudah, dirinya berhasil menyabet dua piala sekaligus dalam lomba yang digelar secara virtual tersebut.

Masih kata Fatikh, mendalang sudah menjadi bagian dari hidupnya sejak usia 3 tahun. Dimulai dari hobinya menonton wayang hingga membaca buku kini dirinya mulai mengembangkan bakatnya secara profesional. Salah satunya giat berlatih melalui extrakulikuler yang ada di sekolahnya. Support yang sangat luar biasa juga didapat dari keluarga, dimana buyutnya dulu juga seorang dalang. Selain keluarga, SMPN 1, tempatnya menimba ilmu saat ini,  juga memberikan wadah yang sangat luar biasa baginya.

Sementara itu, Drs H.Imam Mujahid, MA Kepala Sekolah SMPN 1 Ponorogo, juga mengaku bangga kepada Ananda Fatih atas prestasi yang diraih. Menurutnya, Fatih memang sudah mempunyai bakat untuk mendalang. Selain itu pihak sekolah juga sudah menyiapkan wadah khusus dalam ekstrakurikuler mendalang dan karawitan. Sehingga wajar saja jika hampir setiap tahun berhasil mencetak dalang berprestasi. Setidaknya sudah ada 13 anak yang dilatih menjadi dalang. Kedepanya prestasi anak didiknya di bidang pewayangan itu akan dibukukan. Sehingga ceritanya bisa menjadi salah satu media untuk menanamkan pendidikan karakter.

Rasa Bangga juga diungkapkan Tri Ediyono, selaku pembina Ekstrakurikuler dalang di SMPN 1 Ponorogo. Prestasi yang hampir setiap tahun didapat peserta didiknya ini tak lepas dari kerja sama Tim ekstrakulikuler yang dengan tekun dan sabar mendidik. Khusus kepada Fatih, dirinya mengungkapkan harapan besar agar bisa terus melatih bakat yang dimiliki. Sehingga bisa mengharumkan nama besar almamater dan Kabupaten Ponorogo pada umumnya. (afy)