HeadlineJelajah

Permintaan Keripik Gadung Naik , Tapi Bahan Baku Langka

Jelang  idul fitri  identik dengan naiknya permintaan jajanan  lebaran tak terkecuali keripik gadung. Di Ponorogo,wilayah yang terkenal dengan keripik Gadung adalah Ngrayun. Makanan dari umbi gadung yang diiris tipis tipis kemudian dijemur dan digoreng itu, diburu karena rasanya gurih. Tak heran jika para pedagang keripik gadung tsb mulai kebanjiran order. Salah satunya ririn, pengusaha keripik gadung asal dusun Krajan desa Ngrayun. Permintaan naik 2 kali lipat dibanding sebelum romadhon ,dimana jika sebelumnya hanya 30 kg menjadi 60 kg keripik gadung matang. Hanya saja, pihaknya kesulitan memenuhi permintaan tersebut  karena tidak ada bahan baku. Umbi gadung saat ini sulit didapat karena petani lebih memilih panen porang. Apalagi cuaca diwilayahnya yang sering hujan ,membuat kualitas gadung kurang bagus . Karenanya ,pengusaha harus sabar mencari pasokan umbi gadung dari beberapa petani yang masih panen meski harus bersabar. Harganyapun akhirnya naik dari sebelumnya yang hanya Rp. 60 ribu menjadi 65 ribu rupiah per kgnya  untuk yang matang, dan 45 ribu untuk yang gadung mentah. Diakui jika pembuatan umbi gadung dijadikan kripik tidak mudah karena harus diolah agar aman dikonsumsi. Dari pengupasan, ditimbun dengan abu dapur hingga penjemuran hingga kering lalu digoreng.