
DPUPKP Perbaiki Puluhan Inlet di Jalan HOS Cokroaminoto, Target Minggu Depan Rampung (Foto: Yudi)
Antisipasi genangan air saat hujan deras, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo mulai merenovasi puluhan bak penangkap air atau inlet di sepanjang Jalan HOS Cokroaminoto. Pemeliharaan tersebut difokuskan pada perbaikan saluran di sisi timur jalan protokol untuk memastikan sistem drainase mampu menampung dan mengalirkan air dengan optimal.
Kepala Bidang Kawasan Permukiman DPUPKP Ponorogo, Dwi Puspitorini, mengatakan rehabilitasi telah dimulai sejak pekan lalu dengan menyasar sekitar 85 titik inlet yang tersebar di sisi kanan dan kiri Jalan HOS Cokroaminoto.
“Rehabilitasi ini menyasar sekitar 85 titik inlet. Pekerjaan difokuskan pada perbaikan bak penangkap air dengan mengganti material lama dari rangka besi menjadi beton pracetak atau precast. Anggarannya diambil dari anggaran pemeliharaan,” ujar Dwi.
Menurutnya, penggunaan beton pracetak dipilih karena dinilai lebih kokoh dan memiliki daya tahan lebih lama dibandingkan rangka besi yang sebelumnya digunakan. Seiring waktu, sejumlah rangka besi pada bak penangkap air diketahui mengalami kerusakan, seperti melengkung hingga tidak lagi berfungsi secara optimal.
Selain mengganti konstruksi bak penangkap air, petugas DPUPKP juga melakukan pengerukan endapan tanah dan sampah yang menumpuk di dalam saluran. Pembersihan tersebut menjadi bagian penting dari pemeliharaan agar air yang masuk dari badan jalan dapat mengalir menuju saluran utama tanpa terhambat.
“Selain memperbaiki konstruksi inlet, kami juga melakukan pengerukan tanah dan sampah yang mengendap di dalam saluran. Harapannya, aliran air dari badan jalan menuju saluran utama drainase bisa lebih lancar dan tidak terganggu endapan,” jelasnya.
Dwi menambahkan, rehabilitasi sisi barat Jalan HOS Cokroaminoto telah dilakukan dan rampung pada tahun lalu. Sementara untuk sisi timur, proses pengerjaan saat ini terus dikebut dan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar satu pekan.
DPUPKP Ponorogo berharap perbaikan tersebut dapat mengoptimalkan fungsi drainase di kawasan jalan protokol. Dengan kondisi inlet dan saluran yang lebih baik, risiko munculnya genangan air ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi diharapkan dapat diminimalkan.



