
Tidak Ada Penumpukan Sampah Saat Kegiatan Hari Jadi Kabupaten Ponorogo di Alun-Alun (Foto: Ilustrasi)
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ponorogo mengklaim tidak terjadi penumpukan sampah dari sejumlah kegiatan yang digelar di kawasan Alun-Alun Ponorogo dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-530 Kabupaten Ponorogo. Kondisi tersebut berbeda dengan pelaksanaan kegiatan serupa sebelumnya yang biasanya diikuti peningkatan volume sampah secara signifikan.
Kabid Pengelolaan Sampah dan Pertamanan DLH Ponorogo, Adhi Fahrianto, mengatakan selama rangkaian kegiatan berlangsung, volume sampah yang harus diangkut petugas justru relatif sedikit. Setiap hari, petugas DLH hanya mengangkut sekitar satu kendaraan pick up sampah dari kawasan Alun-Alun.
“Setiap harinya selama acara berlangsung, petugas hanya mengangkut sampah sekitar satu kendaraan pick up. Padahal biasanya kalau ada kegiatan seperti ini bisa sampai satu truk kontainer penuh,” ujar Adhi Fahrianto.
Menurutnya, minimnya volume sampah tersebut cukup menarik perhatian mengingat selama kegiatan berlangsung terdapat banyak stan yang menjual makanan dan minuman. Bahkan, terdapat pula kegiatan mayoran tumpeng yang berpotensi menghasilkan sampah dalam jumlah cukup banyak.
Adhi menduga kondisi tersebut menunjukkan adanya perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan. Warga dinilai mulai memiliki kesadaran untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan maupun membawa pulang sampah yang masih memiliki nilai ekonomis.
Sampah seperti botol plastik, kardus, maupun jenis sampah anorganik lainnya dinilai masih memiliki nilai jual apabila dikumpulkan dan disetorkan ke bank sampah. Karena itu, DLH terus mendorong masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
“Bisa jadi masyarakat Ponorogo sudah mulai peduli membuang sampah pada tempatnya, atau sampah plastik yang dihasilkan dibawa pulang untuk ditabung di bank sampah desa atau kelurahan. Kami memang terus melakukan sosialisasi agar sampah yang masih memiliki nilai ekonomi bisa dipilah dan dimanfaatkan,” jelasnya.
Sebelumnya, pihak panitia kegiatan juga telah diminta untuk ikut menjaga kebersihan selama seluruh rangkaian acara berlangsung. DLH berharap kebiasaan memilah dan mengelola sampah tersebut tidak hanya diterapkan saat kegiatan besar, tetapi juga menjadi budaya masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.



