
Guru dan Siswa SMA Muhammadiyah Ponorogo Borong Medali ME Awards 2026 (Foto: Riyadi)
SMA Muhammadiyah Ponorogo atau MUHIPO kembali menorehkan prestasi membanggakan. Dalam ajang Muhammadiyah Education Awards (ME Award) 2026 yang digelar Sabtu (8/8/2026) di Universitas Muhammadiyah Malang, sekolah tersebut berhasil memborong sembilan medali dari 13 bidang kategori perlombaan yang diikuti. Raihan tersebut sekaligus menjadi kado istimewa bagi SMA Muhammadiyah Ponorogo yang tahun ini memasuki Milad ke-63.
Kepala SMA Muhammadiyah Ponorogo, Sugeng Riadi, mengaku bersyukur dan bangga atas pencapaian para siswa maupun guru. Dari sembilan medali yang diraih, empat di antaranya merupakan medali emas, tiga medali perak, dan dua medali perunggu.
“Alhamdulillah, guru dan anak didik kami bisa pulang dengan membawa kemenangan. Ini menjadi kebanggaan sekaligus kado istimewa bagi Milad ke-63 SMA Muhammadiyah Ponorogo,” ujar Sugeng Riadi.
Empat medali emas masing-masing diraih Billy Ferdinand siswa kelas XII pada kategori Esai Fil Arabia, Satrio Wening Inggalih kelas XII pada Olimpiade Ekonomi, Sugeng Riadi, M.Pd. pada kategori Kepala Sekolah Berprestasi, serta Gayuh Risdian Saputro, M.Pd. pada kategori Guru Berprestasi.
Sementara itu, tiga medali perak diraih Daffan Alkhoirizqi dan Rafif Fawwazy kelas XI pada bidang Robotik, Echa Aulia Zahrani, Khumairoh Naila, dan Selvianti Mufidaturrohmah kelas XII pada kategori Business Plan, serta Pambajeng Yudo Handono, M.Pd. pada kategori School Magazine.
Adapun dua medali perunggu diraih Abdullah Fawwaz kelas XII pada kategori Ismu Fil Arabia dan Ina Nurhidayati, S.Pd., M.Si. pada kategori Inovasi Media Pembelajaran Digital.
Sugeng menjelaskan, capaian tersebut tidak diraih secara instan. Sekolah telah melakukan persiapan dan pemetaan peserta sejak jauh hari berdasarkan prestasi yang terlihat dalam kegiatan ekstrakurikuler maupun pembinaan prestasi. Sementara peserta dari kalangan guru dipilih berdasarkan inovasi yang telah dilakukan selama menjalankan tugasnya.
“Pesertanya berasal dari berbagai sekolah dengan prestasi yang tidak diragukan. Karena itu, persiapan dilakukan matang, termasuk memetakan siswa yang layak maju dan mengasah kemampuan mereka melalui tim pembina prestasi sekolah,” jelasnya.
ME Award diselenggarakan dua tahun sekali oleh Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Timur sebagai bentuk penghargaan bagi siswa, guru, tenaga kependidikan, dan sekolah atas kontribusinya dalam dunia pendidikan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda Muhammadiyah menghadapi masa depan.



