
Jumlah Pendonor Darah Muda Turun sejak 5 tahun Terakhir, UTDC PMI Ponorogo Turun ke Sekolah (Foto: Ilustrasi)
Jumlah pendonor darah dari kalangan muda di Unit Transfusi Darah Cabang (UTDC) PMI Ponorogo mengalami tren penurunan dalam lima tahun terakhir. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena dikhawatirkan akan berdampak terhadap ketersediaan pendonor darah berkelanjutan dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang.
Penanggung Jawab Administrasi UTDC PMI Ponorogo, Hendra, mengatakan pihaknya akan meningkatkan sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya donor darah kepada para pelajar. Kegiatan tersebut akan menyasar sekolah-sekolah tingkat SMA melalui momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
“Dalam lima tahun terakhir jumlah pendonor muda memang mengalami penurunan. Dulu satu sekolah bisa menyumbang lebih dari 30 pendonor setiap bulan, sekarang rata-rata hanya sekitar 25 orang. Kondisi ini tentu menjadi perhatian karena kami membutuhkan regenerasi pendonor yang berkelanjutan,” ujar Hendra.
Menurutnya, hingga kini penyebab pasti menurunnya minat donor darah di kalangan remaja belum diketahui. Karena itu, PMI Ponorogo akan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk mencari tahu faktor yang membuat pelajar enggan mendonorkan darahnya sekaligus memberikan pemahaman mengenai manfaat donor darah.
“Kami ingin mengetahui apa yang menjadi penyebab anak-anak muda sekarang belum mau mendonorkan darah. Karena itu kami akan turun langsung ke sekolah-sekolah, tidak hanya memberikan edukasi tetapi juga mendengarkan apa yang menjadi kendala mereka,” katanya.
Hendra menjelaskan, sedikitnya 50 SMA sederajat di Kabupaten Ponorogo akan menjadi sasaran program sosialisasi tersebut. Selain mengajak pelajar menjadi pendonor darah secara rutin, PMI juga akan mengenalkan berbagai kegiatan kepalangmerahan agar semakin banyak generasi muda yang tertarik bergabung sebagai relawan kemanusiaan.
“Rencananya ada sekitar 50 sekolah tingkat SMA yang akan kami datangi dengan memanfaatkan kegiatan MPLS. Selain memberikan sosialisasi tentang pentingnya donor darah, kami juga akan mengenalkan kegiatan kepalangmerahan agar para pelajar memiliki kepedulian terhadap aksi-aksi kemanusiaan sejak dini,” pungkas Hendra.



