Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Peringati Hari Bumi, Kelompok Peduli Sungai Pasang Barikade Ban di Sungai Tambak Kemangi
  • Kemenhaj Ponorogo Ingatkan Jemaah Patuhi Aturan Barang Bawaan Pesawat
  • Jalur Jeruksing–Jabung Akhirnya Diperbaiki Tahun Ini, Anggaran Capai Rp3,5 Miliar
  • Aksi Penjambretan Gagal, Korban Pertahankan Tas Berisi Rp60 Juta di Bungkal Ponorogo
  • Viral Jalan Rusak Parah di Jalur Kesugihan–Ngebel, Kerap Picu Kecelakaan Tunggal
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2022
  • Oktober
  • 19
  • Dibayangi Tanah Retak, Puluhan KK di Sriti dan Tempuran Sawoo Diungsikan
  • Headline
  • Jelajah

Dibayangi Tanah Retak, Puluhan KK di Sriti dan Tempuran Sawoo Diungsikan

Gema Surya FM Rabu 19 Oktober 2022 | 12:41 WIB
Bantuan Tanah Retak
Warga yang terdampak diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Lantaran dibayangi ketakutan terjadi longsor sewaktu-waktu, puluhan kepala keluarga ( KK ) di Sriti Sawoo memilih mengungsi. Sukatmanto, kepala desa Sriti Sawoo kepada gema surya menceritakan, warga tak lagi berani tinggal di rumah mereka, setelah munculnya retakan tanah di sejumkah titik.

Bahkan, gunung Thukglembuk yang ada di desa setempat Selasa malam, ikutan retak sehingga membuat warga semakin takut. Dijelaskan oleh Sukatmanto, di lokasi yang berdekatan dengan gunung tersebut, ada sekitar 31 KK di RT 1/rw 1, terpaksa mengungsi di mushola, sebagian lagi tinggal di rumah saudaranya.

Selain itu, warga RT 4/ RW 1, RT 3/rw 2 juga ikutan mengungsi. Mereka ketakutan, bila terhjadi bencana sewaktu2 menghancam rumah mereka//bahkan hewan ternak milik warga juga ikut dipindahkan. Kades melanjutkan, bila cuaca masih hujan berkepanjangan, warga akan dipindahkan ke pasar Sriti yang dinilai lebih aman ketimbang di mushola. Sementara sampai Rabu pagi, 19 Oktober 2022 bantuan bagi warganya terus mengalir mulai dari Dinsos, Lazismu, maupun kelompok masyarakat lain.

Tak hanya di Sriti, tanah retak juga membayangi warga di Tempuran Sawoo. Akibatnya, sebagian penduduk di 2 dukuh yakni di dukuh Krajan dan Karangrejo, juga ,mengungsi. Wisnu, kepala desa Tempuran Sawoo menceritakan, untuk mengantisipasi kemungkinan longsor, pihaknya mengungsikan warganya ke tempat yang lebih aman karena retakan tanah semakin lebar.

Untuk menampung pengungsi, pihaknya menyiapkan kamp di balai desa, dan di rumah-rumah penduduk yang dirasa aman. Pihaknya hanya bisa berharap, hujan sementara tidak lagi turun sehingga yang dikhawatirkan warga tidak terjadi.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Masa Tanggap Darurat Bencana di Sriti Sawoo Diperpanjang Hingga Ada Rekom Aman Dari PVMBG
Next: Pemkab Ponorogo Beli Alat E-Parking 28 Unit

Related Stories

HRB
  • Jelajah

Peringati Hari Bumi, Kelompok Peduli Sungai Pasang Barikade Ban di Sungai Tambak Kemangi

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 13:47 WIB
MARJUNI
  • Jelajah

Kemenhaj Ponorogo Ingatkan Jemaah Patuhi Aturan Barang Bawaan Pesawat

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 13:42 WIB
James
  • Headline
  • Jelajah

Jalur Jeruksing–Jabung Akhirnya Diperbaiki Tahun Ini, Anggaran Capai Rp3,5 Miliar

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 13:28 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.