
Proyek Peningkatan Jalan Mulai Dilelang (Foto:Yudi)
Realisasi proyek fisik Pemerintah Kabupaten Ponorogo mulai bergulir pada awal Agustus 2026. Salah satu yang menjadi fokus adalah percepatan pengadaan proyek peningkatan infrastruktur jalan. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 26 paket pekerjaan perbaikan dan peningkatan jalan telah memasuki proses pengadaan. Dari jumlah tersebut, sekitar separuh paket telah menyelesaikan proses tender dan memasuki tahap penandatanganan kontrak sehingga pekerjaan fisik segera dimulai.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Setdakab Ponorogo, Budi Darmawan, mengatakan proyek infrastruktur jalan tahun ini didominasi pekerjaan di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP), khususnya Bidang Bina Marga. Nilai anggaran yang dialokasikan untuk puluhan paket tersebut mencapai lebih dari Rp100 miliar sehingga proses pengadaan harus dipercepat agar pelaksanaan pekerjaan tidak molor hingga penghujung tahun anggaran.
“Saat ini ada 26 paket peningkatan jalan yang sedang berproses dalam pengadaan. Sebagian sudah selesai tender dan berkontrak. Tahun ini anggaran infrastruktur terbesar memang berada di DPUPKP Bidang Bina Marga dengan nilai lebih dari Rp100 miliar. Karena itu, percepatan proses pengadaan menjadi kunci agar pekerjaan fisik bisa segera dimulai dan tidak terlambat sampai akhir tahun,” ujar Budi Darmawan.
Menurut Budi, mekanisme pengadaan barang dan jasa pada tahun ini mengalami sedikit perubahan dibandingkan tahun sebelumnya. Perubahan tersebut menyesuaikan regulasi terbaru serta rekomendasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yakni melalui sistem konsolidasi pengadaan. Dalam skema tersebut, beberapa pekerjaan yang lokasinya berdekatan digabung menjadi satu paket lelang sehingga proses pengadaan menjadi lebih efisien.
“Regulasi dan rekomendasi KPK mengarahkan agar beberapa pekerjaan yang lokasinya berdekatan dikonsolidasikan menjadi satu paket lelang. Cara ini membuat proses pengadaan lebih cepat, lebih efisien, sekaligus dapat menghemat anggaran. Jumlah paket yang dilelang juga bisa berkurang hingga sekitar setengahnya sehingga seluruh tahapan pengadaan diharapkan selesai lebih cepat,” kata Budi.
Pemkab Ponorogo berharap percepatan proses pengadaan tersebut mampu mendukung penyelesaian seluruh proyek fisik sesuai target. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur jalan dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekaligus mendorong peningkatan konektivitas dan aktivitas perekonomian di berbagai wilayah Kabupaten Ponorogo.



