
Evakuasi Sarang Tawon Gong di Balong (Foto: Bambang Supeno)
Proses evakuasi sarang tawon gong yang menempel di tiang penerangan jalan umum (PJU) di Dukuh Masaran, Desa Balong, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, pada Rabu (5/8/2026) berlangsung cukup menegangkan. Saat petugas melakukan pengasapan dan penyemprotan pada siang hari, ratusan tawon justru keluar dari sarangnya dan menyerang petugas serta warga yang berada di sekitar lokasi. Akibatnya, tiga personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Ponorogo dan tiga warga setempat tersengat tawon. Beruntung, seluruh korban hanya mengalami luka ringan dan tidak sampai harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Ponorogo, Bambang Supeno, mengatakan proses evakuasi pada siang hari akhirnya dihentikan karena dinilai tidak efektif. Selain jumlah koloni tawon yang cukup banyak, sebagian besar tawon juga kembali masuk ke sarangnya setelah dilakukan penyemprotan sehingga dikhawatirkan membahayakan petugas maupun warga sekitar.
“Saat proses evakuasi siang hari memang ada tiga petugas Damkar dan tiga warga yang tersengat tawon. Syukurlah kondisinya tidak serius dan bisa ditangani secara mandiri. Karena koloni tawonnya sangat banyak dan kembali masuk ke sarang, kami memutuskan menghentikan sementara proses evakuasi karena dinilai kurang efektif,” ujar Bambang Supeno.
Setelah berkoordinasi dengan perangkat desa dan warga, petugas akhirnya memutuskan melanjutkan proses evakuasi pada malam hari. Tim Damkar yang bertugas pada sif malam kembali diterjunkan ke lokasi dengan metode penanganan yang lebih aman. Upaya tersebut akhirnya berhasil membasmi koloni tawon beserta sarangnya sehingga tidak lagi membahayakan warga yang melintas di sekitar lokasi.
Sementara itu, perangkat Desa Balong, Agus Winarto, membenarkan adanya enam orang yang tersengat tawon saat proses evakuasi siang hari. Menurutnya, sarang tawon tersebut baru diketahui warga pada Rabu pagi setelah ada laporan seorang warga tersengat saat melintas di bawah tiang PJU. Karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, pemerintah desa segera meminta bantuan petugas Damkar.
“Sarang tawon itu diketahui warga sejak pagi setelah ada yang tersengat saat melintas. Karena lokasinya berada di tiang PJU dan membahayakan pengguna jalan, kami langsung meminta bantuan Damkar. Proses evakuasinya memang cukup sulit sehingga harus dilakukan dua kali, yakni siang dan malam hari, hingga akhirnya sarang tawon berhasil dievakuasi,” kata Agus Winarto.
Dengan berhasil dievakuasinya sarang tawon tersebut, warga di sekitar Dukuh Masaran kini dapat kembali beraktivitas dengan lebih aman tanpa khawatir terkena sengatan tawon.



