
Agustus KDKMP Ditarget Sudah Beroperasi (Foto: Yudi)
Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Ponorogo terus dipercepat. Hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 252 lokasi telah tersentuh pembangunan. Dari jumlah tersebut, 159 bangunan telah rampung 100 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus mendatang.
Dandim 0802 Ponorogo, Letkol Arh Farauk Saputra, mengatakan secara keseluruhan terdapat 307 desa dan kelurahan di Ponorogo yang menjadi target pembangunan KDKMP. Namun, hingga saat ini masih ada 55 titik yang belum tersentuh pembangunan karena terkendala persoalan lahan.
“Dari total 307 desa dan kelurahan yang menjadi target pembangunan Koperasi Merah Putih, saat ini sudah ada 252 lokasi yang dikerjakan dan 159 di antaranya telah selesai 100 persen. Masih ada 55 titik yang belum bisa dibangun karena terkendala masalah lahan,” ujar Letkol Arh Farauk Saputra.
Ia menjelaskan, sedikitnya 17 lokasi masih menunggu izin pemanfaatan lahan milik Perhutani. Selain itu, pembangunan di 23 kelurahan yang memanfaatkan aset milik Pemerintah Kabupaten Ponorogo juga masih menunggu penyelesaian administrasi. Sementara beberapa lokasi lainnya masih diupayakan melalui mekanisme tukar guling lahan.
“Sebanyak 17 lokasi masih menunggu izin penggunaan lahan Perhutani. Kemudian pembangunan di 23 kelurahan yang menggunakan aset Pemkab juga masih menunggu penyelesaian administrasi. Sisanya sedang diupayakan melalui mekanisme tukar guling lahan,” katanya.
Farauk menegaskan pihaknya tidak ingin memaksakan pembangunan apabila status lahan belum jelas secara hukum. Seluruh proses harus sesuai ketentuan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Kami tidak ingin memaksakan pembangunan jika status lahannya belum clear and clean. Semua harus sesuai aturan agar tidak menjadi persoalan hukum di kemudian hari,” tegasnya.
Menurutnya, hingga kini belum ada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Ponorogo yang mulai beroperasi. Berbeda dengan beberapa daerah lain di Jawa Timur seperti Nganjuk dan Blitar yang lebih dahulu membuka layanan koperasi tersebut.
Bangunan yang telah selesai saat ini masih menunggu distribusi sarana dan prasarana dari pemerintah pusat, mulai dari kendaraan operasional, rak gerai, mebel, hingga sistem operasional koperasi.
“Bangunan yang sudah selesai sekarang tinggal menunggu distribusi sarana dan prasarana dari pemerintah pusat. Kalau tidak ada kendala, paling cepat Agustus mendatang koperasi sudah mulai beroperasi,” pungkas Letkol Arh Farauk Saputra.



