
Desa Wates Slahung Sudah bentuk Destana Hadapi Kekeringan (Foto: Suyadi)
Desa Wates, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, kini resmi memiliki tim relawan Desa Tangguh Bencana (Destana). Peresmian dilakukan oleh BPBD Ponorogo pada Kamis (16/7/2026) sebagai upaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah tersebut.
Kepala Desa Wates, Suyadi, mengatakan sebanyak 40 relawan telah mengikuti pelatihan kesiapsiagaan bencana selama dua hari sebelum resmi menjadi bagian dari Destana.
“Sebanyak 40 relawan telah mengikuti pelatihan selama dua hari. Harapannya mereka siap membantu masyarakat ketika terjadi bencana sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan warga,” ujar Suyadi.
Ia menjelaskan, Desa Wates merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi ancaman bencana berupa tanah longsor dan kekeringan. Kondisi geografis yang didominasi kawasan perbukitan serta terbatasnya sumber air saat musim kemarau membuat kesiapsiagaan masyarakat perlu terus ditingkatkan.
Melalui pembentukan Destana, BPBD Ponorogo memberikan pendampingan kepada pemerintah desa dan masyarakat untuk membangun sistem penanggulangan bencana berbasis komunitas. Warga didorong mampu mengenali potensi ancaman, menyusun langkah mitigasi, serta meningkatkan kesiapsiagaan sebelum, saat, maupun setelah terjadi bencana.
Selain itu, pembentukan Destana diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara pemerintah desa, relawan, dan seluruh unsur masyarakat dalam upaya pencegahan, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana.
Suyadi menambahkan, Desa Wates menjadi desa ke-17 di Kabupaten Ponorogo yang telah memiliki Desa Tangguh Bencana (Destana).
“Dengan terbentuknya Destana ini, kami berharap masyarakat Desa Wates semakin siap menghadapi ancaman bencana, terutama tanah longsor dan kekeringan yang sering terjadi saat musim kemarau,” pungkas Suyadi.



