
memang benar terjadi pemotongan sebesar Rp70 ribu kepada 18 penerima, dan Rp300 ribu kepada satu penerima. - Dian Ratih
RT di Baosan Lor Ngrayun Potong BLTS Kesra, Dinsos Sampaikan Dana Sudah Dikembalikan ke Penerima
Adanya informasi terkait ketua RT di Dukuh Galih, Desa Baosan Lor, Ngrayun, Ponorogo yang melakukan pemotongan BLTS Kesra kepada keluarga penerima manfaat (KPM) langsung ditindaklanjuti oleh Dinas Sosial P3A Ponorogo. Mereka turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan.
Hasilnya, kata Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos P3A, Dian Ratih Yuniatama, memang benar terjadi pemotongan sebesar Rp70 ribu kepada 18 penerima, dan Rp300 ribu kepada satu penerima.
Dijelaskan bahwa bertempat di Balai Desa Baosan Lor, Ngrayun, telah dilakukan rapat koordinasi yang dihadiri Kepala Desa Baosan Lor, para penerima manfaat, ketua RT, forpimka, serta para pendamping BLTS Kesra. Dalam rapat tersebut disepakati bahwa dana hasil pemotongan dikembalikan kepada para penerima. Sebanyak 19 KPM tersebut juga tidak ingin memperpanjang kejadian itu sehingga persoalan berakhir damai.
Adapun alasan RT melakukan pemotongan karena ingin membagi rata dengan warganya yang dinilai miskin namun tidak menerima bantuan. Agar tidak ada kecemburuan sosial, RT tersebut berinisiatif sendiri untuk memotong bantuan tanpa pernah membicarakannya dengan kepala desa maupun pihak kecamatan.
Pihak Dinsos kembali menegaskan bahwa bansos tidak boleh dipotong oleh pihak mana pun, termasuk RT, RW, maupun perangkat desa.
Sementara itu, BLT Kesra di Kabupaten Ponorogo mulai disalurkan kepada 29.074 keluarga penerima manfaat. Mereka yang tercatat menerima bantuan uang sekitar Rp300 ribu per bulan itu bisa mencairkannya di kantor pos. Untuk penyaluran kali ini, bantuan dirapel selama tiga bulan, yakni Oktober, November, dan Desember, sehingga setiap KPM mendapatkan sekitar Rp900 ribu.



