Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Diduga Korsleting, Mobil Pikap Terbakar di Tegalombo Kauman
  • Puncak Kemarau BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla
  • Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN
  • Perpustakaan Keliling Kunjungi Sekolah Pinggiran, Ajak Siswa Suka Baca dan Permainan Edukatif
  • Permintaan Pembuatan Kartu Kuning di Disnaker Ponorogo Meningkat, Didominasi CPMI
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2024
  • Mei
  • 8
  • Petani Porang di Ngrayun Pilih Kembali Tanami Lahannya dengan Padi dan Jagung
  • Jelajah

Petani Porang di Ngrayun Pilih Kembali Tanami Lahannya dengan Padi dan Jagung

Gema Surya FM Rabu 8 Mei 2024 | 11:24 WIB
Porang

Porang, tanaman yang sebelumnya menjadi primadona di kalangan petani wilayah Ngrayun, kini mulai ditinggalkan. Hal ini disebabkan oleh penurunan harga yang signifikan, membuat para petani beralih kembali ke tanaman seperti padi dan jagung yang diharapkan memberikan hasil lebih menguntungkan.

Dodik, seorang petani di Desa Baosan Lor Ngrayun, mengungkapkan bahwa porang kini hanya dianggap sebagai tanaman selingan. Hal ini dikarenakan harga porang tidak pernah stabil. Pada masa kejayaannya, harganya bisa mencapai di atas Rp 10.000 per kilogram, dan hampir semua lahan di wilayah Ngrayun ditanami dengan tanaman ini.

Dikatakan, awal lebaran harga porang sempat membaik menjadi sekitar Rp 6000 rupiah per kilogram, namun dalam dua pekan terakhir, harganya kembali anjlok tinggal Rp4000 rupiah saja. Bahkan, banyak petani kesulitan menjual hasil panen karena pabrik-pabrik porang sudah kelebihan stok dan menolak untuk menerima.

Akibatnya, hasil panen porang banyak yang menumpuk di rumah-rumah petani. Bagi yang memiliki lahan sendiri, kerugian tidak terlalu besar, namun bagi penyewa lahan, hal ini bisa menjadi pukulan berat.

Dodik mengakui bahwa dia termasuk yang merugi akibat menanam porang. “Saat harga tinggi, saya menanami semua lahan saya dengan porang, namun saat panen, harganya hanya sekitar Rp 3500 saja,” katanya.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Mimpi Kelilingi Ka’bah 3 Kali, Mbah Tono Pemulung Asal Tonatan Akhirnya Bisa Berangkat Haji
Next: Penumpang KAI DAOP 7 Madiun di Libur Panjang Isra Miraj dan Imlek Lebihi Target

Related Stories

Mobil Pikap Terbakar karna Korsleting (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Diduga Korsleting, Mobil Pikap Terbakar di Tegalombo Kauman

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:46 WIB
Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:03 WIB
BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Puncak Kemarau BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:31 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.