Jelajah

Kontainer Sampah Pasar Jetis Ditutup Untuk Umum, Warga Kelabakan

Sejak Kontainer pembuangan sampah di pasar Jetis ditutup untuk umum, membuat sejumlah warga kelabakan. Mereka kebingungan harus membuang sampah dimana lantaran tidak memiliki tempat pembuangan sampah sementara di wilayahnya.

Arif, warga turi Jetis menyampaikan  bagi yang mampu, berlangganan  membuang sampah dengan membayar Rp 40 ribu hingga Rp 60 ribu per bulan. Sampah rumah tangga akan diambil dua kali sehari oleh tim pengelola sampah desa Wonoketro.

Tapi bagi yang tidak memiliki uang cukup, maka bisa saja sampah rumah tangga dibuang ke sungai ataupun sembarang tempat. Kondisi itu bisa dilihat dari sejumlah aliran sungai di wilayahnya penuh dengan sampah warga.

Dijelaskan kontainer sampah di pasar Jetis, mulai awal tahun ini memang diperuntukkan bagi warga pasar saja. Hal tersebut wajar, karena jika dijadikan satu dengan masyarakat umum, kontainer yang tersedia tak mampu menampung yang akhirnya jadi permasalahan tersendiri. 

Dulunya ada 6 desa di kecamatan Jetis, yang sepakat mendirikan TPS sementara, tapi akhirnya juga tak bisa berjalan.