Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Grogol Sawoo Selesai Dibangun, Akses Warga Kembali Lancar
  • Macetnya Air PDAM di Dungus Karangpatihan Pulung karena Sumber Air di Mendak Wagir Kidul Debitnya Turun
  • Bakar Sampah Berujung Kebakaran Lahan di Pangkal Sawoo, Nyaris Merembet ke Rumah Warga
  • Lubang Jalan di Jalan Margo Utomo Demangan Siman Sering Makan Korban, Warga Desak Pemkab Lakukan Perbaikan
  • Iseng Gunakan Mur untuk Cincin, Panggil Damkar Satpol PP
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2022
  • November
  • 11
  • Dipertahankan Minta Petani Dihidupkan Lagi Tradisi Susuk Wangan
  • Jelajah

Dipertahankan Minta Petani Dihidupkan Lagi Tradisi Susuk Wangan

Gema Surya FM Jumat 11 November 2022 | 15:57 WIB
Hasil panen jagung

istimewa

Dinas pertanian ketahanan pangan dan perikanan-dipertahankan Pemkab Ponorogo minta petani kembali menghidupkan tradisi susuk wangan atau membersihkan saluran air sawah yang merupakan tradisi lama namun beberapa tahun terakhir sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakat khususnya di pedesaan.

Padahal susuk wangan sangat penting selain memaksimalkan pemenuhan kebutuhan air irigasi sawah juga bisa mencegah bencana banjir akibat luapan air sungai. Hal tersebut disampaikan Medi Susanto Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, menyusul rendahnya harga jagung di musim panen kali iniĀ  lantaran jeleknya kualitas. Musim hujan yang datang lebih awal menyebabkan tanaman jagung terendam air yang berakibat akar membusuk, karena akarnya rusak maka pertumbuhannya terganggu.

Hasilnya banyak jagung yang akhirnya dipanen padahal belum bernas atau berisi penuh butirnya sebab jika dibiarkan sesuai umur panen juga percuma. Untuk itu kedepan, drainase atau saluran air di lahan pertanian harus diperbaiki melalui gerakan susuk wangan, diakui jika sudah menyangkut fenomena alam, memang sulit diatasi, OPDnya juga tidak bisa berkutik menghadapi keluhan petani.

Petani pun rugi menyusul harga jagung anjlok sementara biaya tanam tinggi lantaran banyaknya pemupukan apalagu jagung jenis hibrida , banyak tidaknya hasil panen dipengaruhi pemupukan.

Sekedar informasi harga jagung bubruk hanya dihargai Rp 2400 hingga Rp 2500 per kgnya dari sawah sementara untuk jagung kering masih diangka Rp 3700 rupiah per kgnya. Padahal panen raya sebelumnya, harga jagung masih diatas Rp 4ooo per kgnya

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: BPS Mengklaim Pendataan Regsosek Akan Selesai Sesuai Target
Next: Tanah Ambles , Jalur Antar Dukuh Karang Rejo Dan Petung Desa Tempuran Sawo Putus

Related Stories

Macetnya Air PDAM di Dungus (Foto: Rustamji)
  • Headline
  • Jelajah

Macetnya Air PDAM di Dungus Karangpatihan Pulung karena Sumber Air di Mendak Wagir Kidul Debitnya Turun

Gema Surya FM Kamis 13 Agustus 2026 | 12:58 WIB
Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Grogol Sawoo Selesai Dibangun, Akses Warga Kembali Lancar (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Grogol Sawoo Selesai Dibangun, Akses Warga Kembali Lancar

Gema Surya FM Kamis 13 Agustus 2026 | 13:02 WIB
Bakar Sampah Berujung Kebakaran (Foto: Bambang Supeno)
  • Headline
  • Jelajah

Bakar Sampah Berujung Kebakaran Lahan di Pangkal Sawoo, Nyaris Merembet ke Rumah Warga

Gema Surya FM Kamis 13 Agustus 2026 | 12:06 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.