AdvertorialHeadlineJelajah

SMPN 5 Ponorogo Juara 1 Film Pendek Anti Korupsi tingkat Nasional

Prestasi membanggakan diraih SMP Negeri 5 Ponorogo. Sekolah yang berada di jl. dr. Sutomo itu mendapat juara 1 Tingkat Nasional atas karya film pendek kampanye anti korupsi dengan judul “Resik-resik.” Kepala Sekolah SMPN 5 Ponorogo, Ruskamto, S.Pd, M.Pd, mengatakan sekolahnya mewakili Kabupaten Ponorogo untuk ikut lomba dalam rangka memperingati hari anti korupsi,9 Desember yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sekolah ditunjuk oleh Dinas Pendidikan, dimungkinkan karena memiliki studio musik sendiri, karenanya  pada bulan September lalu, berbagai persiapan dilakukan untuk membuat film dengan durasi 5 menit itu. Pemerannya adalah semua warga sekolah, dimana dirinya berperan sebagai kepala sekolah, dibantu 3 guru dan sekitar 50 siswa.

Lanjutnya, jika prestasi itu patut disyukuri karena sekolahnya bisa membawa nama baik Ponorogo dan menyisihkan ratusan sekolah lain di Indonesia. Hanya saja yang paling penting adalah pesan yang disampaikan dalam film tersebut, yakni menciptakan karakter anti korupsi sejak dini.

Korupsi bukan hanya melulu soal uang melainkan ada 9 karakter yakni jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani dan adil. Karakter tersebutlah yang akan selalu ditanamkan pada anak didik di SMP Negeri 5 Ponorogo.

Sementara Guru Seni sekaligus koordinator pembuat film, Vendik Mey Crystianto mengatakan, meski durasinya pendek namun untuk proses pembuatannya cukup panjang. Untuk setting dan lokasi pembuatan film sendiri ada di sekolah, dengan tokoh utama kepala sekolah.

Sinopsis film tersebut, seorang kepala sekolah dengan sosok sederhana, setiap hari ke sekolah dengan vespa, kemudian menggerakan para siswanya untuk kerja bakti mengingat sekolah sudah lama tidak dipakai untuk pembelajaran tatap muka (PTM).

Tiba-tiba ada tamu datang yang ingin mendaftarkan anaknya ke sekolah dengan jalur non prosedural. Meski di iming-imingi uang pihak sekolah menolak. Kemudian diakhir cerita bernyanyi bersama ditengah lapangan basket seperti film Petualangan Sherina. (rl)