Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Peringati Hari Bumi, Kelompok Peduli Sungai Pasang Barikade Ban di Sungai Tambak Kemangi
  • Kemenhaj Ponorogo Ingatkan Jemaah Patuhi Aturan Barang Bawaan Pesawat
  • Jalur Jeruksing–Jabung Akhirnya Diperbaiki Tahun Ini, Anggaran Capai Rp3,5 Miliar
  • Aksi Penjambretan Gagal, Korban Pertahankan Tas Berisi Rp60 Juta di Bungkal Ponorogo
  • Viral Jalan Rusak Parah di Jalur Kesugihan–Ngebel, Kerap Picu Kecelakaan Tunggal
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2021
  • Januari
  • 25
  • Pelajar MAN 2 Ponorogo, Raih Gold Medal Dan Silver Medal Dalam Ajang KSEF 2020
  • Advertorial
  • Headline

Pelajar MAN 2 Ponorogo, Raih Gold Medal Dan Silver Medal Dalam Ajang KSEF 2020

Gema Surya FM Senin 25 Januari 2021 | 15:58 WIB
Man 2 Po
Pelajar MAN 2 Ponorogo, Raih Gold Medal Dan Silver Medal Dalam Ajang KSEF 2020
Prestasi luar biasa kembali ditorehkan para siswa Madrasah Aliyah Negeri – MAN 2 Ponorogo. Sekolah yang ada di selatan perempatan pabrik es itu, berhasil mengharumkan Nama Ponorogo dan juga Indonesia dalam ajang KSEF atau Korea Science and Engineering Fair  2020 yang diselenggarakan Desember lalu. Siswa berprestasi itu adalah Fina Husna, Saskia Iffatul, dan Nur Laila, yang berhasil  meraih  gold medal dari kategori invention and maker. Sementara Fadila Intan dan Shinta Erisma berhasil meraih silver medal dari kategori social science.
Kepala MAN 2 Ponorogo,  Nastain, S.Pd, M.Pd.I, kepada gema surya mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas prestasi anak didiknya tersebut. Meski menang di ajang kompetisi international sebenarnya bukan kali pertama, namun sudah yang kedua. Diakui, MAN 2 Ponorogo sejak lama sudah menobatkan diri sebagai madrasah riset. Sehingga segala ajang perlombaan yang berkaitan dengan penelitian selalu mendapat dukungan all out dari pihak sekolah. Karena itu, ketika siswanya selalu pulang dengan kemenangan, sebenarnya bukan lagi hal yang mengejutkan karena persiapannya memang sangat matang. Untuk tim peraih gold medal, persiapannya sudah sejak Januari 2020. Dimana berhasil menciptakan tempat sampah eletronik yang bisa memilah-milah. Sedangkan tim peraih silver medal, dengan kategori sosial science, melakukan penelitian sejak April 2020, yang mempelajari dampak dari pagelaran reyog di Ponorogo setiap tanggal 11, terhadap perekonomian.

Sementara Amru Hidayah, M.Pd , guru pembimbing MAN 2 Ponorogo, juga menyatakan syukur alhamdulillah atas raihan anak didiknya itu. Meski pandemi, tidak menyurutkan semangat pelajar MAN 2, untuk berhenti berprestasi. Meski secara online semua ajang kompetisi diikuti dan ternyata hasilnya cukup memuaskan. Prinsipnya jangan takut untuk belajar atau mencoba hal baru, selama mau belajar dan mencoba pasti ada jalannya. Terbukti banyak prestasi tingkat nasional bahkan internasional yang akhirnya mampu ditorehkan sebelumnya siswa MAN 2 Ponorogo tahun 2019 lalu berhasil mengharumkan nama Indonesia di lomba aplikasi,  developmet of charitable  Application-DCA di malaysia, 2 siswinya  meraih juara  2 sehingga pulang membawa medali perak.

Saskia Iffatul M, siswa kelas 12 Mipa MAN 2 Ponorogo mengaku inspirasi membuat  tempah sampah otomatis yang bisa memilah sampah sesuai kategorinya, berawal dari kebiasaan masyarakat yang asal buang sampah. Karenanya dengan terciptanya tempat sampah otomatis, praktis akan memudahkan jika sampah sampah itu didaur ulang. Tak hanya itu, temuannya itu juga bisa membantu petugas sampah tak perlu lagi mencari mana sampah basah maupun kering. Lebih lanjut dijelaskan jika timnya bersaing dengan ratusan peserta lain dari 17 negera di dunia.

Perasaan bahagia juga disampaikan Fadila Intan, siswa kelas 12 Mipa MAN 2 Ponorogo. Timnya meneliti gelaran gebyar reyog yang diselenggarakan setiap bulan tanggal 11. Karena penasaran, maka dengan temannya Sinta, serius melakukan penelitian. Uniknya penelitiannya itu sempat diikutkan dalam lomba tingkat nasional namun gagal karena banyak revisi. Belajar dari kesalahan itulah, timnya bangkit dan berusaha memperbaiki. Berkat dukungan dari sekolah, diikutkan kembali di kompetisi tingkat international, dan hasilnya mendapatkan silver medal sehingga sangat bersyukur.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: PPKM Mikro di Ponorogo, Titik Fokus Ada di Tingkat RT/RW
Next: Sudah Boleh Buka Hingga Jam 9 Malam, Pelaku Usaha Malam, Diminta Taati Prokes

Related Stories

James
  • Headline
  • Jelajah

Jalur Jeruksing–Jabung Akhirnya Diperbaiki Tahun Ini, Anggaran Capai Rp3,5 Miliar

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 13:28 WIB
JMBRET
  • Headline
  • Jelajah

Aksi Penjambretan Gagal, Korban Pertahankan Tas Berisi Rp60 Juta di Bungkal Ponorogo

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 13:24 WIB
Gabah11
  • Headline
  • Jelajah

Lakalantas di Jalan Raya Ponorogo Madiun, Pengendara Scoopy Hindari Muatan Gabah yang Terjatuh dari Truk

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 11:03 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.