
Ratusan koper milik calon jemaah yang dikumpulkan kini dipasangi berbagai kode unik sebagai penanda pribadi. (Foto/Yudi)
Pemandangan menarik mewarnai keberangkatan calon jemaah haji (CJH) asal Ponorogo. Ratusan koper milik calon jemaah yang dikumpulkan kini dipasangi berbagai kode unik sebagai penanda pribadi. Mulai dari boneka kecil, kain berwarna mencolok, hingga rajutan khas, semuanya menjadi ciri pembeda agar koper tidak tertukar saat di Tanah Suci.
Salah satunya Susilah, jemaah haji asal Kelurahan Patihan Wetan, yang menandai kopernya dengan kresek merah yang dibentuk menyerupai bunga. Selain agar mudah dikenali, penggunaan kresek merah diakui tidak berbiaya mahal sehingga lebih praktis dan berbeda dengan yang lain.
Sementara itu, Eko Budi Sukmono, jemaah haji asal Kertosari, Babadan, mengungkapkan bahwa untuk mempermudah verifikasi koper, dirinya bersama sembilan orang dalam satu regu menandai koper dengan anyaman rajut yang merupakan kreasi dari ibu-ibu regu 19.
Kepala Kemenhaj dan Umrah Ponorogo, Marjuni, mengungkapkan bahwa berbagai penanda khusus tersebut merupakan inisiatif masing-masing jemaah dan diperbolehkan selama tidak mengganggu identitas resmi dari pemerintah.
Seperti diketahui, jemaah haji Ponorogo yang berangkat tahun ini berjumlah 564 orang. Mereka terbagi dalam dua kloter, yakni kloter 19 dan 20. Para jemaah akan diberangkatkan dari Pendopo Agung Pemkab Ponorogo menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada Ahad, 25 April 2026.



