AdvertorialJelajah

Ciptakan Alat Pembatas Jarak Pada Antrian Pusat Perbelanjaan, Siswa-siswi SMA MUHIPO Juara Jatim Education Competition

Masa pandemi ini justru memunculkan ide-ide kreatif bagi para pelajar SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo. Masalah yang dihadapi masyarakat terkait covid 19, menjadi bagian menarik untuk diteliti, dikaji dan dipelajari untuk dicarikan solusi. Berawal dari itulah, para pelajar yang tergabung dalam tim karya ilmiah remaja -KIR  akhirnya berhasil menciptakan alat pembatas jarak pada antrian pusat perbelanjaan atau distance controller prototype -disco type guna mengurangi penyebaran virus covid 19. Hasilnya, sukses menggondol juara satu dalam Jatim Education Competition yang digelar 28 Agustus hingga 28 Oktober  2020 lalu.

Muhammad Cholil Mpdi, kepala SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo kepada gema surya mengatakan, penghargaan diberikan di Grahadi Surabaya, 10 November 2020. Dijelaskan jika alat tersebut muncul ketika anak didiknya melihat antrian dipusat perbelanjaan dimana aturan jaga jarak sulit diterapkan. Setelah melakukan konsultasi dengan guru pembina KIR, didukung untuk menciptakan alat yang bisa mengingatkan orang yang sedang antri untuk jaga jarak. Alat tersebut dilengkapi sensor yang bisa mendeteksi jika ada orang yang jaraknya terlalu dekat sehingga menimbulkan bunyi.

Muhammad Syahrur, guru pembina KIR SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo mengatakan jika butuh keuletan dan kerja keras untuk menciptakan alat tersebut. Pihaknya juga menggandeng salah satu alumni Politeknik Elektronika Negeri – PEN Surabaya untuk merangkainya. Banyak kendala yang sempat dihadapi, namun karena semangat anak didiknya yang tinggi  disertai pembinaan yang intensif akhirnya berhasil  menjadi juara. Harapannya alat pembatas jarak pada antrian pusat perbelanjaan atau distance controller prototype -disco type itu bisa bermanfaat dan membantu Pemkab Ponorogo dalam mengurangi penyebaran covid 19.

Sementara Ricko, anggota tim KIR SMA MUHIPO menyebutkan, awalnya sempat kesuelitan untuk menyelesaikan penelitian tersebut. Hanya saja berkat keseriusan, ketelatenan dan bimbingan guru-guru pembina semuanya bisa terlewati, bahkan bisa menggondol juara pertama. Dirinya bermanfaat alat tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat luas, terumatam membantu mencegah penyebaran covid 19 yang masih mewabah saat ini.