Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Meriah dan Penuh Kejutan, UMPO Fun Run 2026 Hadirkan Hadiah Umrah Gratis
  • Naik Signifikan Harga Tepung Tapioka dan Bawang Putih di Pasar Legi Ponorogo
  • DLH Akan Terapkan Kawasan Bebas Asap Rokok di Ruang Terbuka Hijau
  • BPBD Evakuasi Ular Pyton yang Terjepit Kandang Ayam di Jalan Merapi
  • Sudah Dua Pekan, Beras SPHP di Pasar Legi Kosong
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2020
  • Oktober
  • 21
  • Kelurahan Kadipaten Agkat Bicara Terkait Video Warga Gotong Keranda Mayat
  • Headline
  • Jelajah

Kelurahan Kadipaten Agkat Bicara Terkait Video Warga Gotong Keranda Mayat

Gema Surya FM Rabu 21 Oktober 2020 | 14:52 WIB
Keranda Mayat
Tangkapan layar video viral warga gotong keranda mayat sebrangi sungai di Kadipaten Babadan

Pihak Kelurahan Kadipaten Babadan angkat bicara terkait viralnya video di medsos, terkait adanya sekelompok warga yang menggotong keranda mayat harus menyebrang sungai ketika memakamkan jenazah ke salah satu Tempat Pemakaman Umum (TPU) kelurahan setempat.

Wasis Nur Hidayat, perangkat Kelurahan Kadipaten membenarkan jika sekelompok orang tersebut merupakan warganya yang ingin memakamkan salah satu kerabat atau tetangganya yang meninggal dunia di TPU Gedong.

TPU Gedong sebenarnya merupakan tempat pemakaman lama, namun masih digunakan oleh warga. Untuk menuju ke TPU itu, memang harus menyeberangi sungai Seblumbung mengingat jembatan sesek yang di sungai tersebut hilang karena banjir. 

Sebenarnya ada jalan alternatif untuk menuju ke makam Gedong tapi memutar lebih jauh yakni melewati jembatan Jurang Gandul, sehingga akhirnya lebih memilih menyebrang sungai apalagi jalan dengan menggotong keranda jenazah karena lebih dekat.

Disinggung soal pembangunan jembatan permanen di lokasi tersebut, lanjut Wasis, manfaat yang kecil. Pasalnya, jembatan dibangun hanya untuk menuju akses makam bukan pemukiman. 

Selain itu, makam tersebut sudah jarang digunakan warganya. Pihaknya menyayangkan unggahan video tersebut. Pasalnya kondisinya tidak seperti yang ditulis di dalam video. Pihak kelurahan juga akan memanggil orang yang mengunggah video tersebut. (rl) 

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Migrant Day, Disnaker Kabupaten Ponorogo dapat Penghargaan Pemerintah RI
Next: PT. KAI Daop VII Madiun Belum Bisa Layani Rapid Test Antigen

Related Stories

_DSC7252
  • Jelajah

Meriah dan Penuh Kejutan, UMPO Fun Run 2026 Hadirkan Hadiah Umrah Gratis

Gema Surya FM Senin 8 Juni 2026 | 15:38 WIB
Beras SPHP di Pasar Legi (foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Sudah Dua Pekan, Beras SPHP di Pasar Legi Kosong

Gema Surya FM Senin 8 Juni 2026 | 13:25 WIB
proses evakuasi ular piton (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

BPBD Evakuasi Ular Pyton yang Terjepit Kandang Ayam di Jalan Merapi

Gema Surya FM Senin 8 Juni 2026 | 13:26 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.