Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Puluhan Siswa PAUD Kunjungi BPBD, Dapat Edukasi Kesiapsiagaan Bencana Sejak Dini
  • DPRD Jatim Sidak Aktivitas Pertambangan di Wilayah Ngebel, Komisi D akan Tolak Penambahan Lokasi Tambang Baru
  • Desa Bringinan Jambon Harumkan Ponorogo, Raih Juara 4 Nasional Perlindungan Pekerja Migran
  • EMT RSU Aisyiyah Ponorogo Mulai Sasar Kampung Transmigrasi Aceh Tengah Untuk Layanan Kesehatan
  • Gudang Masjid Al Mujahidin Gupolo Babadan Dioobok-obok Maling, 2 Mixer Amblas
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2021
  • September
  • 13
  • Harga Telur Hancur, Kalangan Peternak Ayam Petelur Mengeluh Babak Belur
  • Jelajah

Harga Telur Hancur, Kalangan Peternak Ayam Petelur Mengeluh Babak Belur

Gema Surya FM Senin 13 September 2021 | 06:50 WIB
Telur
Telur turun lagi, peternak ayam babak belur. (Foto/Ilustrasi)

Harga telur ayam yang terus merosot tajam dalam sebulan terakhir, membuat kalangan peternak ayam petelur kelimpungan. Maher, salah satu peternak di Babadan mengaku harga yang hancur menyebabkan usahanya babak belur. Bagaimana tidak, jika harganya tinggal Rp15.500 per Kg.

Padahal dibilang untung jika harga diatas Rp 21 ribu per Kg. Sehingga setiap 1 Kg telur, pihaknya menanggung rugi sekitar Rp 7.000. Karenanya banyak peternak ayam yang mulai mengosongkan kandangnya karena tidak mampu bertahan lagi.

Jika dipaksa bertahan akan semakin babak belur mengingat kenaikan harga pakan ayam terus terjadi dimana jagung tembus Rp 5.600 per Kg dan konsentrat sudah Rp 400 ribu lebih per sak. Kalau usahanya, separo dari ayam sudah diafkirkan atau dijual dengan harga murah asalkan bisa untuk memberi pakan ayam yang tersisa di kandang.

Dari 8.000 ekor ayam yang dimiliki, kini hanya sekitar 3.000 ekor saja, sehingga produksinya menurun drastis. Pihaknya juga menjual telur, langsung ke toko-toko, untuk menghindari kerugian yang lebih besar. Terkait anjloknya harga, kata Maher, karena perpanjangan PPKM serta tak ada penyerapan dalam program BPNT.

Keluhan yang sama disampaikan Eny, peternak ayam petelur di kawasan Sukorejo. Harga yang hancur, membuat peternak kelimpungan antara bertahan dan guling tikar sama-sama menanggung kerugian yang cukup besar. Harapannya pemerintah turun tangan setidaknya mensubsidi harga pakan yang sudah tidak berimbang lagi. (rl/ab)

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Terminal Seloaji Akui Sulit Terapkan Aplikasi PedulilLindungi
Next: Beberapa Wilayah Sudah Diguyur Hujan, BPBD Tetap Antisipasi Kekeringan Panjang September – Oktober

Related Stories

bobd
  • Jelajah

Puluhan Siswa PAUD Kunjungi BPBD, Dapat Edukasi Kesiapsiagaan Bencana Sejak Dini

Gema Surya FM Rabu 21 Januari 2026 | 15:34 WIB
ld.jpg
  • Headline
  • Jelajah

DPRD Jatim Sidak Aktivitas Pertambangan di Wilayah Ngebel, Komisi D akan Tolak Penambahan Lokasi Tambang Baru

Gema Surya FM Rabu 21 Januari 2026 | 13:02 WIB
WhatsApp Image 2026-01-21 at 12.41.44
  • Headline
  • Jelajah

Desa Bringinan Jambon Harumkan Ponorogo, Raih Juara 4 Nasional Perlindungan Pekerja Migran

Gema Surya FM Rabu 21 Januari 2026 | 12:45 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.