
Omzet Salon Rias dan Persewaan Baju Adat Naik (Foto: Istimewa)
Banyaknya kegiatan sepanjang bulan Agustus membawa berkah tersendiri bagi pemilik salon rias dan persewaan baju adat di Ponorogo. Tingginya permintaan untuk kebutuhan pawai dan karnaval membuat omzet pelaku usaha meningkat drastis hingga sekitar 30 persen dibandingkan hari-hari biasa.
Sely, salah satu pengusaha salon rias dan persewaan baju adat di Kecamatan Slahung, mengatakan mayoritas pelanggannya berasal dari kalangan pelajar dan instansi pemerintahan. Mereka biasanya menyewa pakaian sekaligus menggunakan jasa rias untuk mengikuti berbagai kegiatan selama momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Menurut Sely, pesanan mulai ramai sebelum 17 Agustus dan terus mengalir hingga 25 Agustus mendatang. Tingginya permintaan bahkan tidak hanya berasal dari wilayah Ponorogo, tetapi juga dari sejumlah daerah lain seperti Wonogiri, Madiun, dan Tulungagung.
“Bulan Agustus ini memang ramai sekali. Omzet naik sekitar 30 persen dibanding hari biasa. Pesanan sudah masuk sebelum 17 Agustus dan masih terus berjalan sampai sekitar tanggal 25 Agustus,” ujar Sely.
Untuk menarik lebih banyak pelanggan, usaha salon dan persewaan baju adat miliknya juga dipromosikan melalui media sosial, seperti TikTok dan Instagram. Strategi tersebut membuat jangkauan promosi tidak hanya menyasar konsumen di wilayah sekitar, tetapi juga pelanggan dari luar daerah.
Sely menjelaskan, tarif sewa pakaian adat cukup beragam, menyesuaikan jenis pakaian yang dipilih. Harga sewa berkisar antara Rp50.000 hingga Rp150.000 per baju.
Meski melayani pelanggan dari luar daerah, Sely mengaku sejauh ini tidak mengalami kendala berarti dalam menjalankan usahanya. Sistem pemesanan juga dilakukan dengan memberikan jaminan serta uang muka atau DP dari pelanggan.
“Kalau ada pesanan dari luar daerah, biasanya pemesan meninggalkan jaminan dan membayar DP. Jadi sejauh ini tidak ada kendala dan kami juga tidak khawatir mengalami kerugian,” katanya.
Ramainya pesanan selama bulan Agustus menjadi momentum positif bagi pelaku usaha salon rias dan persewaan pakaian adat. Selain meningkatkan pendapatan, tingginya permintaan juga menunjukkan kegiatan pawai dan karnaval turut memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal.



