
Stok Beras Bulog Aman Hingga Lebaran 2027 (Foto: Istimewa)
Persediaan pangan, khususnya beras, di Kabupaten Ponorogo berada dalam kondisi sangat aman. Stok yang tersedia diproyeksikan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun, bahkan diperkirakan dapat bertahan hingga momen Lebaran 2027.
Pimpinan Cabang Bulog Ponorogo, Budiwan Susanto, mengatakan ketersediaan pangan di wilayah Ponorogo saat ini sangat melimpah sehingga dinilai siap menghadapi potensi musim kemarau panjang.
Budiwan menyebut stok beras yang tersimpan di gudang Bulog Ponorogo saat ini mencapai sekitar 106.000 ton setara beras. Tingginya cadangan tersebut tidak terlepas dari keberhasilan program modernisasi sektor pertanian, di antaranya melalui bantuan pompanisasi serta percepatan masa tanam yang dilakukan petani.
“Untuk ketersediaan pangan di Ponorogo saat ini sangat melimpah. Stok yang ada sekitar 106.000 ton setara beras dan diproyeksikan mampu mencukupi kebutuhan sampai akhir tahun, bahkan sampai Lebaran 2027,” ujar Budiwan.
Selain produksi yang cukup tinggi, serapan gabah maupun beras petani oleh Bulog juga telah melampaui target pada Agustus 2026. Dari target penyerapan sebesar 72.264 ton setara beras, realisasinya telah mencapai 74.409 ton atau sekitar 100,4 persen.
Menurut Budiwan, capaian tersebut tidak terlepas dari instruksi pemerintah untuk memperkuat penyerapan gabah dan beras petani. Bulog Ponorogo sejak awal langsung melakukan penyerapan secara maksimal sehingga target yang ditetapkan dapat terlampaui.
Kondisi tersebut membuat Bulog saat ini tidak terlalu kesulitan melakukan penyerapan meskipun harga gabah di tingkat petani telah mengalami kenaikan dan berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
Harga gabah saat ini bahkan telah menembus lebih dari Rp8.000 per kilogram, sementara HPP berada di kisaran Rp6.500 per kilogram.
Budiwan berharap tingginya harga gabah tersebut dapat memberikan keuntungan lebih bagi petani. Dengan harga yang lebih tinggi di pasaran, petani juga memiliki pilihan untuk menjual hasil panennya kepada pedagang di luar Bulog.
“Ketika harga gabah petani sudah melampaui HPP, tentu kami tidak mengalami kesulitan karena target serapan sudah terlampaui. Kami berharap kenaikan harga ini memberikan keuntungan lebih kepada petani,” katanya.



