
BBKSDA Larang Pengunjung dan Warga Memberi Makan Monyet (Foto: Yudi)
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur meminta pengunjung maupun warga tidak memberi makan kawanan monyet ekor panjang yang turun ke kawasan Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo. Pasalnya, kebiasaan tersebut dikhawatirkan membuat satwa liar semakin sering turun ke kawasan permukiman untuk mencari makanan.
Kepala Seksi KSDA Wilayah II BBKSDA Jawa Timur, Gatot Kuncoro Edy, mengatakan kemunculan monyet di sekitar kawasan wisata saat musim kemarau merupakan fenomena yang hampir terjadi setiap tahun akibat berkurangnya ketersediaan pakan alami di habitatnya.
“Kemunculan monyet di kawasan wisata saat musim kemarau merupakan fenomena yang hampir terjadi setiap tahun. Karena itu, kami mengimbau masyarakat agar tidak memberi makan satwa liar tersebut agar mereka tidak terbiasa bergantung kepada manusia,” ujar Gatot Kuncoro Edy.
Menurutnya, petugas KSDA telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak memberi makan kawanan monyet yang turun ke kawasan wisata maupun permukiman.
“Petugas kami sudah turun ke lokasi untuk melakukan pemantauan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat. Monyet yang turun ke kawasan Ngebel merupakan spesies monyet ekor panjang yang memang hidup di kawasan hutan lereng Gunung Wilis,” katanya.
Meski hingga kini belum ada laporan monyet menyerang warga, Gatot tetap mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati maupun berinteraksi langsung dengan kawanan satwa liar tersebut.
“Sampai saat ini belum ada laporan monyet menyerang warga. Namun masyarakat tetap kami imbau agar tidak mendekati atau mengganggu kawanan monyet demi keselamatan bersama,” pungkasnya.
Sebelumnya, ratusan kera ekor panjang kembali turun ke kawasan Pasar Ngebel, Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel, pada Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Satwa liar tersebut hampir setiap hari muncul menjelang siang untuk mencari makanan, terutama selama musim kemarau ketika stok pakan di kawasan hutan Gunung Wilis mulai menipis.



