
3 Rumah di Wates Slahung di Relokasi karena Longsor (Foto: Suyadi)
Pemerintah Desa Wates, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, mulai merelokasi rumah warga yang berada di zona merah rawan longsor. Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas rekomendasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BPBD setelah bencana longsor yang melanda wilayah tersebut menimbun permukiman warga dan membuat lokasi dinyatakan tidak lagi layak dihuni.
Kepala Desa Wates, Suyadi, mengatakan pada tahap awal tahun ini sudah ada tiga rumah warga yang dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Relokasi masih berada di Dukuh Bukol, namun jaraknya cukup jauh dari lokasi semula karena kawasan lama tertimbun material longsor berupa tanah dan pohon.
“Untuk tahap ini sudah ada tiga rumah warga yang direlokasi ke lokasi yang lebih aman. Lokasinya masih di Dukuh Bukol, tetapi cukup jauh dari tempat sebelumnya karena kawasan lama sudah tertimbun longsor dan tidak memungkinkan lagi untuk ditempati,” ujar Suyadi.
Ia menjelaskan, rumah-rumah yang direlokasi berada di ujung perbukitan yang berbatasan langsung dengan jalur menuju Kabupaten Pacitan. Berdasarkan hasil kajian, kawasan tersebut memiliki tingkat kerawanan longsor yang tinggi sehingga keselamatan warga menjadi prioritas utama.
“Relokasi ini dilakukan untuk memindahkan warga dari kawasan ujung bukit yang berbatasan langsung dengan jalur Pacitan. Berdasarkan rekomendasi BNPB dan BPBD, lokasi tersebut sudah masuk zona merah dan sangat berbahaya jika tetap dihuni,” katanya.
Meski demikian, masih terdapat sekitar enam rumah warga lainnya yang berada di sekitar kawasan rawan longsor. Pemerintah desa bersama relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) terus meningkatkan kesiapsiagaan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan, terutama saat curah hujan tinggi.
“Masih ada sekitar enam rumah yang berada di sekitar kawasan rawan. Karena itu kami terus bersiaga bersama sekitar 40 relawan Destana yang baru dibentuk agar penanganan darurat bisa dilakukan lebih cepat apabila terjadi bencana,” pungkasnya.



