Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Hingga Pertengahan April, Tercatat 50 Kejadian Bencana Alam di Ponorogo.
  • DLH Warning, Pemilik Rongsokan di Pojok Alon-Alon, Jika Tidak Dipindah Akan Diangkut Ke TPA Mrican
  • Saat kerja bakti , Plt Bupati Lisdyarita Temukan Tumpukan Rosok Di Alon-Alon Ponorogo
  • Kebakaran Pabrik Krupuk Di Polorejo Babadan , Kerugian Rp 30 Juta
  • Dishub Ponorogo Minta Tambahan Lampu PJU ke Provinsi Jatim, Untuk 3 Titik
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2021
  • November
  • 15
  • Dirni, Petani Asal Pudak yang Masih Bertahan dengan Tanaman Cengkeh di Tengah Ancaman BPKC
  • Jelajah

Dirni, Petani Asal Pudak yang Masih Bertahan dengan Tanaman Cengkeh di Tengah Ancaman BPKC

Gema Surya FM Senin 15 November 2021 | 07:43 WIB
cengkeh111

Di tengah ancaman serangan Bakteri Pembunuh Kayu Cengkeh-BPKC yang belum juga sirna, masih banyak petani di wilayah Pudak yang bertahan dengan tanaman cengkehnya, salah satunya Dirni. Mantan camat Pudak tersebut mengaku masih memiliki puluhan pohon cengkeh, yang nota bene sebagian peninggalan orang tuanya. Memang jumlahnya tidak seluas sebelum ada BPKC, dimana dari satu hektar lahan kini tinggal 25 persen saja yang tumbuh subur.

Kepada gema surya, Dirni mengatakan bagi warga Pudak, memiliki pohon cengkeh menjadi kebanggaan tersendiri karena dulunya dianggap pohon emas. Hanya saja, harganya sempat jatuh bukan saja karena adanya serangan BPKC tapi monopoli harga. Tak heran akhirnya banyak yang dibabati dan diganti tanaman lainnya. Tapi ketika harga mulai bagus kembali, banyak yang akhirnya bertanam cengkeh meski yang menjadi tantangan adanya penyakit BPKC itu.

Apalagi cengkeh tak hanya diambil bunganya namun daunnya juga laku untuk bahan baku minyak atsiri. Saat ini di wilayahnya, juga masih banyak lahan yang ditanami cengkeh. Adapun soal harga, tidak sebagus sebelumnya yakni hanya di kisaran 25 hingga 27 ribu rupiah per kgnya untuk cengkeh basah.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Overload Pemkab Ponorogo Akan Memperluas Lahan TPA
Next: 2 Warga Di Dukuh Sekayu Desa Gandu Kepuh Harus Ngungsi Setiap Musim Hujan, Karena Rumahnya Tergerus Arus Sungai

Related Stories

masun
  • Jelajah

Hingga Pertengahan April, Tercatat 50 Kejadian Bencana Alam di Ponorogo.

Gema Surya FM Jumat 17 April 2026 | 13:51 WIB
WhatsApp Image 2026-04-17 at 11.16.48
  • Jelajah

Saat kerja bakti , Plt Bupati Lisdyarita Temukan Tumpukan Rosok Di Alon-Alon Ponorogo

Gema Surya FM Jumat 17 April 2026 | 12:26 WIB
sapto
  • Jelajah

DLH Warning, Pemilik Rongsokan di Pojok Alon-Alon, Jika Tidak Dipindah Akan Diangkut Ke TPA Mrican

Gema Surya FM Jumat 17 April 2026 | 12:39 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.