Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Bakar Sampah Berujung Kebakaran Lahan di Pangkal Sawoo, Nyaris Merembet ke Rumah Warga
  • Lubang Jalan di Jalan Margo Utomo Demangan Siman Sering Makan Korban, Warga Desak Pemkab Lakukan Perbaikan
  • Iseng Gunakan Mur untuk Cincin, Panggil Damkar Satpol PP
  • Kejari Sita Lagi Rp1,049 M dari Kasus Tunjangan Perumahan DPRD Ponorogo
  • Tidak Ada Penumpukan Sampah Saat Kegiatan Hari Jadi Kabupaten Ponorogo di Alun-Alun, DLH Klaim Warga Mulai Sadar Kebersihan
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2021
  • November
  • 15
  • Dirni, Petani Asal Pudak yang Masih Bertahan dengan Tanaman Cengkeh di Tengah Ancaman BPKC
  • Jelajah

Dirni, Petani Asal Pudak yang Masih Bertahan dengan Tanaman Cengkeh di Tengah Ancaman BPKC

Gema Surya FM Senin 15 November 2021 | 07:43 WIB
cengkeh111

Di tengah ancaman serangan Bakteri Pembunuh Kayu Cengkeh-BPKC yang belum juga sirna, masih banyak petani di wilayah Pudak yang bertahan dengan tanaman cengkehnya, salah satunya Dirni. Mantan camat Pudak tersebut mengaku masih memiliki puluhan pohon cengkeh, yang nota bene sebagian peninggalan orang tuanya. Memang jumlahnya tidak seluas sebelum ada BPKC, dimana dari satu hektar lahan kini tinggal 25 persen saja yang tumbuh subur.

Kepada gema surya, Dirni mengatakan bagi warga Pudak, memiliki pohon cengkeh menjadi kebanggaan tersendiri karena dulunya dianggap pohon emas. Hanya saja, harganya sempat jatuh bukan saja karena adanya serangan BPKC tapi monopoli harga. Tak heran akhirnya banyak yang dibabati dan diganti tanaman lainnya. Tapi ketika harga mulai bagus kembali, banyak yang akhirnya bertanam cengkeh meski yang menjadi tantangan adanya penyakit BPKC itu.

Apalagi cengkeh tak hanya diambil bunganya namun daunnya juga laku untuk bahan baku minyak atsiri. Saat ini di wilayahnya, juga masih banyak lahan yang ditanami cengkeh. Adapun soal harga, tidak sebagus sebelumnya yakni hanya di kisaran 25 hingga 27 ribu rupiah per kgnya untuk cengkeh basah.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Sungai Gerus Separo Badan Jalan Sampung Badegan , Warga Kasih Rambu Kijing Batu Nisan
Next: 300 Personil Siap Terjun dalam Operasi Zebra Semeru 2021

Related Stories

Bakar Sampah Berujung Kebakaran (Foto: Bambang Supeno)
  • Headline
  • Jelajah

Bakar Sampah Berujung Kebakaran Lahan di Pangkal Sawoo, Nyaris Merembet ke Rumah Warga

Gema Surya FM Kamis 13 Agustus 2026 | 12:06 WIB
Lubang Jalan di Jalan Margo Utama Demangan Siman Sering Makan Korban (Foto: Agus)
  • Headline
  • Jelajah

Lubang Jalan di Jalan Margo Utomo Demangan Siman Sering Makan Korban, Warga Desak Pemkab Lakukan Perbaikan

Gema Surya FM Kamis 13 Agustus 2026 | 11:41 WIB
Mur Tersangkut di jari karna Iseng (Foto: Bambang Supeno)
  • Headline
  • Jelajah

Iseng Gunakan Mur untuk Cincin, Panggil Damkar Satpol PP

Gema Surya FM Kamis 13 Agustus 2026 | 11:05 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.