
Kebakaran terjadi di pabrik kerupuk milik Dyah Ayu yang berada di Jalan Kenanga, Desa Polorejo, Kecamatan Babadan, Ponorogo, Kamis sore, 16 April 2026 sekitar pukul 16.30 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Ponorogo, Bambang Supeno, saat dikonfirmasi menjelaskan pihaknya menurunkan satu unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi setelah menerima laporan dari warga.
“Setelah menerima laporan, kami langsung menuju lokasi dan menurunkan satu unit mobil pemadam kebakaran,” ujarnya.
Sesampainya di lokasi kejadian, warga sudah lebih dulu bahu membahu memadamkan kobaran api. Petugas kemudian melakukan upaya lokalisir agar api tidak merembet ke bagian lain bangunan.
“Warga sudah membantu memadamkan api, sehingga kami fokus melakukan penanganan lanjutan agar api tidak meluas,” imbuhnya.
Api berhasil dipadamkan dalam waktu relatif singkat. Kebakaran hanya menghanguskan bagian tungku penggorengan.
Meski demikian, kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp30 juta. Hal itu disebabkan tungku yang terbakar memiliki nilai cukup mahal, sesuai keterangan pemilik.
Lebih lanjut dijelaskan, kebakaran bermula saat karyawan pabrik tengah memanaskan minyak di wajan untuk menggoreng kerupuk. Namun, saat menunggu minyak panas, karyawan tersebut meninggalkan lokasi untuk melaksanakan salat Asar.
Saat kejadian, kondisi dapur dalam keadaan sepi, sementara karyawan lainnya berada di luar area produksi. Api kemudian membesar setelah menyambar minyak panas di dalam wajan.
Beruntung, sejumlah anak yang bermain di sekitar lokasi melihat kobaran api dari tungku dan segera memberi tahu pemilik pabrik. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan meminta bantuan warga dan petugas pemadam kebakaran.
Berkat kesigapan warga dan petugas, api berhasil dipadamkan sebelum merembet lebih luas ke bangunan pabrik.



