
Penghargaan Kepada Pepeling yang Fokus pada Kebersihan Sungai (Foto: Istimewa)
Aktivitas membersihkan sungai dari sampah yang rutin dilakukan Paguyuban Pemulung Peduli Lingkungan (Pepeling) mendapat apresiasi positif dari Karang Taruna Pramana Raga Kabupaten Ponorogo. Bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, penghargaan khusus diberikan kepada anggota Pepeling yang aktif terlibat dalam kegiatan menjaga kebersihan lingkungan.
Ketua Karang Taruna Pramana Raga Kabupaten Ponorogo, Sayid Asfari, mengatakan apresiasi tersebut diberikan dalam bentuk piagam penghargaan sekaligus bantuan sembako kepada anggota Pepeling. Meski bantuan yang diberikan tidak besar, menurutnya hal tersebut merupakan bentuk penghargaan atas kepedulian mereka terhadap lingkungan.
Sayid menilai keberadaan Pepeling layak diapresiasi karena mampu menginspirasi kalangan anak muda. Di tengah kondisi ekonomi yang mungkin dirasakan para pemulung, mereka tetap memiliki kepedulian tinggi terhadap kebersihan lingkungan dengan turun langsung membersihkan sungai dari tumpukan sampah.
“Bantuan ini memang tidak banyak, tetapi sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada teman-teman Pepeling. Mereka sangat menginspirasi karena dengan keterbatasan yang ada tetap peduli terhadap lingkungan,” ujar Sayid.
Menurutnya, aktivitas membersihkan sungai bukan pekerjaan mudah. Para anggota Pepeling harus turun langsung ke sungai untuk mengangkut berbagai jenis sampah yang menumpuk. Hal tersebut dinilai belum tentu dilakukan oleh masyarakat pada umumnya.
Karena itu, Sayid berharap semakin banyak pihak yang memberikan perhatian terhadap keberadaan Pepeling. Salah satu kebutuhan yang dinilai penting adalah seragam khusus yang dapat digunakan para anggota ketika turun ke sungai menjalankan kegiatan bersih-bersih.
Selain memberikan apresiasi, Karang Taruna Pramana Raga juga menyatakan kesiapannya membantu operasional kegiatan Pepeling sesuai kemampuan. Dukungan tersebut diharapkan dapat menjaga semangat para anggota untuk terus melakukan kegiatan sosial dan lingkungan.
“Kami siap membantu operasional setiap ada kegiatan Pepeling, meskipun jumlahnya tidak banyak. Kami juga berharap ada pihak lain yang ikut membantu, terutama untuk kebutuhan seragam saat mereka turun ke sungai,” katanya.
Sayid mengakui keterbatasan anggaran juga menjadi kendala karena Karang Taruna Kabupaten Ponorogo belum memiliki dana yang cukup. Meski demikian, pihaknya berharap dukungan terhadap Pepeling dapat terus berkembang sehingga aktivitas menjaga kebersihan sungai dapat dilakukan secara berkelanjutan.



