
PT DSS Ponorogo Menjalin Kerja Sama dengan UMS (Foto: Aguk)
Memperluas jaringan bisnis ritelnya, PT Daya Surya Sejahtera (DSS) Ponorogo resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Kerja sama tersebut ditandai dengan grand opening outlet 58 Mart yang berlokasi di kawasan kampus UMS Solo.
Outlet yang mengusung nama singkatan Mapan Mart ini menjadi kerja sama pertama PT DSS di wilayah Solo Raya. Peresmian dilakukan langsung oleh Rektor UMS dan dihadiri jajaran wakil rektor serta civitas akademika UMS seusai pelaksanaan upacara bendera.
Direktur PT Daya Surya Sejahtera, Aguk Suprawanto, mengatakan pendirian 58 Mart di lingkungan UMS diproyeksikan menjadi sentral pengembangan bisnis DSS untuk wilayah Jawa Tengah. Outlet tersebut dinilai memiliki lokasi yang sangat strategis dengan ukuran cukup luas.
“Outlet ini sangat strategis dan luas, ukurannya 14 x 25 meter sehingga masuk dalam kualifikasi di atas tipe A. Kami berharap 58 Mart di UMS ini bisa menjadi sentral pengembangan bisnis DSS untuk wilayah Jawa Tengah,” ujar Aguk.
Sebelum resmi dibuka, seluruh karyawan 58 Mart, mulai dari kepala toko, kasir hingga pramuniaga, telah menjalani pelatihan dan magang selama satu bulan di Ponorogo. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan standar pelayanan dan tata kelola toko dapat berjalan secara optimal.
Untuk pasokan barang, saat ini kebutuhan outlet masih dikirim langsung dari gudang pusat di Ponorogo. Namun, DSS juga mulai menjajaki kerja sama dengan pemasok lokal yang berada di sekitar Solo.
Aguk berharap keberadaan 58 Mart di kawasan kampus UMS dapat menarik minat sejumlah Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) di wilayah Solo Raya untuk mengembangkan konsep serupa dalam bentuk minimarket maupun ministore di daerah masing-masing.
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Usaha dan Bisnis (BPUI) UMS, Bambang Sumardjoko, mengatakan potensi pasar di kawasan kampus UMS sangat besar. Hal tersebut didukung sekitar 5.000 dosen dan karyawan beserta keluarganya serta lebih dari 40.000 mahasiswa UMS.
“Potensi pasarnya sangat besar karena ada sekitar 5.000 dosen dan karyawan beserta keluarga, kemudian lebih dari 40.000 mahasiswa. Kawasan ini juga dikelilingi institusi pendidikan lain seperti Pondok Assalam, API, dan Upitra,” kata Bambang.
Langkah tersebut diharapkan menjadi titik awal perluasan unit usaha ritel Muhammadiyah di Jawa Tengah sekaligus memperkuat dakwah melalui bidang ekonomi.



