
Penjualan Bendera Merah Putih dan Umbul-Umbul Sepi, Banyak Pedagang Tutup Usaha (Foto: Istimewa)
Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sejumlah pedagang bendera Merah Putih dan umbul-umbul asal Jawa Barat memilih tidak lagi berjualan di pinggir jalan di Kabupaten Ponorogo. Kondisi penjualan yang terus menurun dalam beberapa tahun terakhir membuat mereka beralih ke usaha lain yang dinilai lebih menjanjikan. Salah satunya adalah Asep, pedagang asal Garut yang kini memilih fokus berjualan gorden setelah bisnis musiman bendera dan umbul-umbul tidak lagi seramai sebelumnya.
Asep mengaku telah enam tahun tinggal di Ponorogo dan sempat merasakan masa-masa ketika penjualan bendera Merah Putih sangat ramai, terutama pada awal dirinya datang ke Ponorogo pada 2020. Saat itu, ia memilih menyewa kamar kos di kawasan Balong sekaligus membuka usaha gorden. Setiap memasuki bulan Agustus, ia berjualan bendera dan umbul-umbul di sejumlah titik strategis di pinggir jalan. Namun, dalam tiga tahun terakhir penjualannya terus menurun hingga membuatnya merugi.
“Tahun lalu saya masih mencoba berjualan di pinggir jalan, tetapi yang laku hanya sedikit sehingga akhirnya rugi. Tahun ini saya memilih tidak membuka lapak lagi dan hanya melayani pembelian berdasarkan pesanan dari pelanggan yang sudah menyimpan nomor telepon saya. Sekarang saya lebih fokus berjualan gorden karena hasilnya lebih pasti,” ujar Asep.
Menurut Asep, menurunnya minat masyarakat membeli bendera dan umbul-umbul secara langsung diduga dipengaruhi perubahan pola belanja. Banyak konsumen kini lebih memilih membeli kebutuhan Agustusan melalui toko daring atau platform belanja online sehingga jumlah pembeli di lapak pinggir jalan terus berkurang. Kondisi tersebut membuat sejumlah pedagang musiman dari Jawa Barat memutuskan tidak datang ke Ponorogo pada musim Agustusan tahun ini.
“Waktu pertama datang ke Ponorogo pada 2020, jualan bendera sangat ramai. Tetapi sejak tiga tahun terakhir pembelinya terus berkurang. Kemungkinan sekarang masyarakat lebih suka membeli lewat online, sehingga pedagang musiman seperti kami memilih tidak membuka lapak lagi karena khawatir merugi,” kata Asep.
Meski tidak lagi membuka lapak di pinggir jalan, Asep tetap berharap permintaan bendera Merah Putih dan umbul-umbul dapat kembali meningkat pada tahun-tahun mendatang sehingga para pedagang musiman kembali memiliki peluang untuk memperoleh penghasilan selama peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia.



