
Faiq devrianto (20 tahun) (foto: Supiyati)
Kegelisahan mendalam dirasakan Supiyati, warga Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung, Ponorogo. Hingga kini, ia belum mengetahui keberadaan putranya, Faiq Devrianto (20), yang hilang kontak sejak beberapa waktu lalu.
Supiyati menuturkan, anaknya terakhir berpamitan pada 6 mei 2026 untuk kembali ke Pondok Pesantren Darul Huda Mayak. “Awalnya pamit ke pondok, tapi keesokan harinya dia mengabari sudah di Jakarta untuk melamar pekerjaan,” ujarnya.
Menurutnya, Faiq sempat menyebut melamar di dua tempat, yakni perusahaan logistik dan sebuah rumah makan. Namun, setelah itu komunikasi terputus. “Setelah minta uang jaminan sekitar tanggal 10 Mei, HP-nya sudah tidak bisa dihubungi sampai sekarang,” jelasnya.
Keluarga yang berada di Jakarta sempat menelusuri kedua lokasi yang disebutkan, namun tidak menemukan adanya pelamar atas nama Faiq Devrianto. “Sudah dicek ke sana, tapi tidak ada nama anak saya,” tambahnya.
Kebingungan dan kekhawatiran pun semakin dirasakan keluarga. Supiyati berharap putranya segera ditemukan dalam kondisi selamat. “Saya bingung harus mencari ke mana lagi, semoga anak saya segera ditemukan,” ungkapnya.
Keluarga juga telah melaporkan kejadian ini ke Polres Ponorogo untuk membantu proses pencarian.
Adapun ciri-ciri Faiq Devrianto, memiliki tinggi badan sekitar 170 cm, rambut keriting, dan berkulit sawo matang.



