
Harjono, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Ponorogo (foto: Yudi)
Seleksi calon Dewan Pengawas Perumdam Tirto Katong Ponorogo sepi peminat. Hingga penutupan pendaftaran pada 3 Juni 2026, tidak ada satu pun peserta yang mendaftar.
Padahal, proses seleksi telah diperpanjang sebanyak dua kali setelah masa pendaftaran awal berakhir. Namun upaya tersebut belum mampu menarik minat calon pelamar.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Ponorogo, Harjono mengatakan, panitia seleksi akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan Kementerian Dalam Negeri untuk menentukan langkah selanjutnya.
“Kami akan berkoordinasi dengan Bagian Perekonomian Provinsi Jawa Timur dan Kemendagri terkait langkah yang harus ditempuh setelah tidak ada pendaftar,” ujarnya.
Menurut Harjono, hasil koordinasi tersebut nantinya akan disampaikan kepada Plt Bupati Ponorogo sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan.
Ia menilai panitia sebenarnya telah memberikan kesempatan yang cukup panjang kepada calon peserta. Seleksi dibuka hingga tiga kali, yakni pendaftaran awal, perpanjangan pertama, dan perpanjangan kedua.
“Kami sudah memberikan ruang yang cukup, tetapi hingga penutupan tetap belum ada pendaftar,” katanya.
Harjono mengaku belum mengetahui secara pasti alasan minimnya minat terhadap posisi Dewan Pengawas Perumdam Tirto Katong. Namun, banyaknya jabatan eselon II yang kosong serta sejumlah kepala OPD yang akan memasuki masa pensiun dalam dua hingga tiga tahun mendatang diduga menjadi salah satu pertimbangan.
Meski demikian, masih terdapat beberapa kepala OPD yang masa tugasnya relatif panjang, di antaranya Kepala BPBD Masun, Kepala DPMD Toni Sumarsono, Kepala Dinas Kesehatan Dyah Ayu Puspitaningarti, serta Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Ringga Dwi Heri Irawan.
Pansel kini menunggu arahan lebih lanjut dari hasil koordinasi dengan pemerintah provinsi dan Kemendagri terkait mekanisme pengisian posisi Dewan Pengawas Perumdam Tirto Katong tersebut.



