
Air Mancur Songgolangit
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo mengakui air mancur Songgolangit di kawasan patung macan Pemkab Ponorogo belum bisa beroperasi maksimal. Meski sudah menyala, air mancur tersebut belum dapat menari seperti water fountain di Telaga Ngebel.
Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah DLH Ponorogo, Adhi Fahrianto Sulistyawan, mengatakan awalnya konsep air mancur dibuat serupa dengan yang ada di Telaga Ngebel. Namun, hingga kini masih terkendala masalah teknis.
“Konsep awalnya memang seperti water fountain di Telaga Ngebel, tapi masih ada kendala teknis sehingga terus kami lakukan uji coba,” ujarnya.
Ia menjelaskan nantinya air mancur akan dilengkapi musik dan gerakan air yang menyesuaikan irama lagu.
“Rencananya akan diputar musik dan air mancurnya bisa menari mengikuti irama,” jelasnya.
Menurut Adhi, saat ini air mancur sudah mulai dinyalakan di beberapa titik seperti depan pendopo dan dalam waktu dekat akan menyala di empat pojok alun-alun.
Namun, pihaknya menyoroti persoalan sampah yang mulai mengotori area kolam air mancur.
“Yang jadi kendala sekarang justru sampah. Banyak pengunjung membawa makanan dan minuman lalu membuang bungkusnya di kolam,” ungkapnya.
DLH berharap masyarakat ikut menjaga kebersihan agar keindahan kawasan air mancur tetap terjaga dan nyaman dinikmati bersama.



