
korban laka lantas di bancar bungkal
Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan jurusan Ponorogo–Bungkal kilometer 15-16, tepatnya di depan toko daging sapi Mbak Putri, Desa Bancar, Kecamatan Bungkal, Ponorogo, Senin 11 Mei 2026 sekitar pukul 14.30 WIB. Peristiwa tersebut melibatkan sepeda motor Honda Scoopy dengan kendaraan Daihatsu Pick Up dan menyebabkan satu bocah laki-laki meninggal dunia.
Korban meninggal diketahui berinisial AHS, usia 7 tahun, warga Dukuh Gabahan RT 02 RW 01 Desa Kalisat, Kecamatan Bungkal. Saat kejadian korban berada di bagian depan sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi AE 5345 WH yang dikendarai Imron Ashari. Sepeda motor tersebut juga membonceng Siti Romlah di bagian belakang.
Kanitgakkum Satlantas Polres Ponorogo, Abdul Kholik menjelaskan, kecelakaan bermula saat kendaraan Daihatsu Pick Up bernomor polisi AE 1023 TF yang dikemudikan Zahrial Zamzami melaju dari arah utara ke selatan dengan kecepatan sekitar 50 kilometer per jam.
“Sesampainya di lokasi kejadian, kendaraan pick up berjalan terlalu ke kanan hingga terjadi tabrak depan dengan sepeda motor Honda Scoopy yang datang dari arah berlawanan,” jelas Iptu Abdul Kholik.
Menurutnya, sepeda motor Honda Scoopy saat itu melaju dari arah selatan ke utara dengan kecepatan sekitar 40 kilometer per jam. Benturan keras tidak dapat dihindari hingga menyebabkan para korban mengalami luka serius.
Akibat kejadian tersebut, AHS meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD dr Harjono Ponorogo. Korban mengalami luka lecet pada tangan kanan, perut kanan dan kaki kanan.
Sementara itu, pengendara Scoopy, Imron Ashari mengalami luka robek di kepala belakang, pelipis kanan robek, pipi kanan lecet, jari tangan kanan lecet serta kaki kanan patah. Sedangkan Siti Romlah mengalami luka robek di dahi kiri, pelipis kiri robek dan lecet pada tangan kanan. Keduanya dalam kondisi sadar dan masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr Harjono Ponorogo.
Pengemudi Daihatsu Pick Up, Zahrial Zamzami juga mengalami luka lecet pada kaki kiri.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kecelakaan tersebut. Namun dari hasil sementara, kecelakaan diduga dipicu faktor human error atau kelalaian manusia.
“Untuk penyebab pasti masih kami dalami, namun sementara diduga karena faktor human error,” pungkas Iptu Abdul Kholik.



