
Penjualan jeruk santang madu mengalami peningkatan signifikan menjelang Hari Raya Idulfitri. Buah ini menjadi salah satu primadona yang banyak diburu masyarakat untuk sajian saat bersilaturahmi.
Inda Ristanti, pedagang buah asal Desa Munggu, Kecamatan Bungkal, mengungkapkan bahwa lonjakan penjualan mulai terlihat sejak H-7 Lebaran. Banyak masyarakat yang mulai membeli jeruk santang madu untuk persiapan hari raya.
“Kenaikan penjualan sudah terasa sejak H-7 Lebaran, pembeli mulai ramai,” ujar Inda.
Menurutnya, kondisi tersebut semakin meningkat saat mendekati hari raya. Bahkan, pada H-1 Lebaran, jumlah pembeli mengalami lonjakan yang cukup signifikan.
“Apalagi menjelang H-1 Lebaran, semakin ramai pembeli yang datang,” imbuhnya.
Tingginya permintaan juga berdampak pada kenaikan harga. Jika pada hari biasa harga per krat berada di bawah Rp200 ribu, kini naik menjadi sekitar Rp250 ribu per krat.
“Harga per kilogram yang awalnya sekitar Rp45 ribu, bahkan bisa mencapai Rp75 ribu per kilogram,” jelasnya.
Inda menambahkan, jeruk santang madu mulai menjadi favorit masyarakat untuk sajian Lebaran dalam lima tahun terakhir. Meski permintaan meningkat, dirinya tetap membatasi stok yang dijual.
“Saya hanya menyetok sekitar 300 krat jeruk yang didatangkan dari Malang,” pungkasnya.



