
Jasad seorang petani yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Hutan Pinus Petak 162 C, Dukuh Klepu, Desa Klepu, Kecamatan Sooko, berhasil dievakuasi pada Sabtu, 13 Maret 2026.
Proses evakuasi dipimpin langsung Kapolsek Sooko, AKP Moh Isa Latip, bersama personel gabungan dari Polsek Sooko, Koramil, tim medis Puskesmas Sooko, serta Pemerintah Desa Klepu.
Korban diketahui bernama Darmin (60), warga Dukuh Sambi, Desa Klepu.
Penemuan korban bermula dari kekhawatiran pihak keluarga karena korban sudah dua hari tidak kunjung pulang ke rumah. Anak korban kemudian meminta bantuan warga untuk melakukan pencarian di sekitar kawasan hutan.
Saat dilakukan pencarian, saksi menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia, tergeletak di samping pohon sengon laut yang roboh dengan diameter sekitar 90 sentimeter.
Diduga kuat korban tertimpa pohon tersebut saat sedang beraktivitas di dalam hutan.
Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah luka serius pada tubuh korban, di antaranya patah tulang bahu, luka lebam pada lengan, serta retak pada tulang kepala bagian belakang.
Kapolsek Sooko, AKP Moh Isa Latip, mengungkapkan bahwa hasil identifikasi tidak menunjukkan adanya unsur tindak kekerasan.
“Berdasarkan hasil identifikasi dan pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Luka yang dialami korban sesuai dengan kondisi di lokasi kejadian, yakni akibat benturan benda tumpul dari pohon yang roboh,” ujarnya.
Di lokasi kejadian, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti milik korban berupa tiga buah sabit, sepasang sepatu, serta dua botol air minum.
Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah sempat dibawa ke RSUD Dr. Hardjono Ponorogo guna dilakukan visum et repertum.
Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan medis bersama tim Inafis, disimpulkan bahwa peristiwa tersebut murni kecelakaan kerja akibat tertimpa pohon tumbang.
Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi.
AKP Moh Isa Latip juga mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di kawasan hutan, agar selalu waspada.
“Kami mengimbau masyarakat untuk memperhatikan faktor cuaca dan kondisi pepohonan yang rawan roboh, demi keselamatan saat beraktivitas di hutan,” pungkasnya.



