
Foto : Ilustrasi
Berawal dari gelaran bazar Ramadan, rempeyek produksi UMKM Desa Lengkong, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo kini berhasil menembus pasar internasional. Produk camilan khas tersebut bahkan mulai banyak diminati para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Hong Kong dan Taiwan.
Kepala Desa Lengkong, Maryono, mengatakan sebelumnya warga desanya tidak banyak yang memproduksi rempeyek. Namun setelah pemerintah desa menggelar bazar Ramadan, banyak UMKM dadakan yang tertarik membuat peyek sebagai lauk berbuka puasa maupun camilan.
“Awalnya warga jarang yang membuat peyek. Setelah ada bazar Ramadan, banyak UMKM dadakan yang mencoba membuat rempeyek untuk lauk buka puasa dan camilan,” ujar Maryono.
Hasilnya, produk rempeyek buatan warga ternyata sangat diminati konsumen. Kerenyahan dan cita rasanya pun rupanya sampai terdengar oleh para PMI di luar negeri.
“Entah bagaimana awalnya, saat Lebaran kemarin tiba-tiba ada orderan dari Hong Kong dan Taiwan. Mungkin ada saudara di Lengkong yang mengirim rempeyek, lalu dikenal sesama PMI di sana,” tambahnya.
Menurut Maryono, rempeyek buatan UMKM Desa Lengkong memiliki cita rasa gurih, renyah, dan tipis sehingga menghasilkan sensasi “kemripik” yang khas. Variannya pun cukup beragam, mulai dari peyek kacang, kedelai, hingga teri.
Jika ke depan produksinya semakin besar, pihak desa berencana melakukan pembinaan khusus, terutama pada sisi pengemasan produk agar lebih menarik dan tahan lama.
“Pengemasan harus dibuat menarik agar konsumen tertarik membeli sekaligus menjaga keawetan produk,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah desa juga berencana memasarkan rempeyek Lengkong melalui Koperasi Desa Merah Putih agar jangkauan pasarnya semakin luas.



