
Ratusan warga Ponorogo antusias mengikuti pasar murah yang digelar di depan Kantor Bupati Ponorogo, Kamis 6 November 2025. Pasar murah itu dilaksanakan oleh Bakorwil I Madiun dalam rangka pengendalian inflasi dan ketahanan pangan Jatim 2025 serta rangkaian peringatan HUT ke-80 Provinsi Jawa Timur.
Pantauan Gema Surya, mereka rela antre demi membeli sembako yang harganya lebih murah dibanding harga di pasaran. Dalam waktu sekejap, sejumlah bahan kebutuhan pokok ludes diserbu pembeli. Syamsudin, seorang warga Babadan, mengatakan merasa terbantu dengan adanya pasar murah tersebut.
Dirinya memanfaatkannya untuk membeli beras SPHP, minyak goreng, dan gula pasir. Untuk beras per saknya seharga Rp55 ribu dengan berat 5 kg. Syamsudin berharap ekonomi Indonesia semakin baik dan rakyat semakin sejahtera.
Hal yang sama dikatakan Suparmi, warga Tonatan. Dirinya membeli dua kemasan beras SPHP dan minyak goreng dengan total uang yang harus dikeluarkan yakni Rp125 ribu, yang menurutnya sangat murah, jauh dibanding harga di pasar.
Sekadar diketahui, sejumlah komoditas tersedia dalam pasar murah tersebut antara lain telur ayam sebanyak 75 kg dijual Rp24 ribu per kg, gula pasir 100 kg dijual Rp15 ribu per kg, cabai rawit 5 kg dijual Rp4 ribu per 250 gram, terigu 100 pack kemasan 500 gram dijual Rp5 ribu per pack, bawang putih dan bawang merah masing-masing 120 pack dijual Rp6 ribu dan Rp7 ribu per pack. Selain itu, minyak goreng disediakan 120 liter dijual Rp15 ribu per liter, serta 1 ton beras SPHP dijual Rp55 ribu per pack kemasan 5 kg.



