Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Peringati Hari Bumi, Kelompok Peduli Sungai Pasang Barikade Ban di Sungai Tambak Kemangi
  • Kemenhaj Ponorogo Ingatkan Jemaah Patuhi Aturan Barang Bawaan Pesawat
  • Jalur Jeruksing–Jabung Akhirnya Diperbaiki Tahun Ini, Anggaran Capai Rp3,5 Miliar
  • Aksi Penjambretan Gagal, Korban Pertahankan Tas Berisi Rp60 Juta di Bungkal Ponorogo
  • Viral Jalan Rusak Parah di Jalur Kesugihan–Ngebel, Kerap Picu Kecelakaan Tunggal
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2023
  • Januari
  • 21
  • Perajin Lampion Panen Rejeki Jelang Imlek
  • Headline
  • Jelajah

Perajin Lampion Panen Rejeki Jelang Imlek

Gema Surya FM Sabtu 21 Januari 2023 | 16:08 WIB
Lampion

Menjelang perayaan tahun baru Imlek sejumlah pengrajin lampu lampion di Ponorogo kebanjiran orderan . Bahkan pengerajin mengaku kewalahan karena saking banyaknya pesanan .  Seperti diungkapkan Anton Pratama 34 tahun salah satu pengrajin lampu lampion .  Jika hari biasa dalam satu bulan hanya mendapatkan pesanan sekitar 10 buah ,  namun pada saat momen Imlek seperti sekarang ini naik hingga drastis 30 hingga 50 buah perbulan . W

arga Jalan Ramawijaya, Kelurahan Surodikraman Kecamatan Ponorogo ini mengatakan saking banyaknya pesanan lampu lampion seperti sekarang ini membuat dirinya kewalahan . Bahkan tak jarang dirinya harus menolak pesanan dari para pelanggannya karena keterbatasan tenaga serta waktu . Pasalnya dirinya hanya dibantu oleh kedua temannya .

Dirinya mengaku lampion hasil karyanya, selain dipesan warga Tionghoa di Ponorogo, lampion-lampion ini juga dipesan warga Tionghoa di Jawa Tengah hingga Bekasi Jawa Barat . Selain itu lampu lampion buatannya juga dipesan untuk hari raya lebaran maupun hari besar lainnya.

Anton menjelaskan bahwa lampion buatannya tersebut mampu bertahan hingga 1 tahun, karena menggunakan rangka dari kawat besi . Selain itu material kain yang digunakan merupakan jenis yang tahan terhadap air hujan . masih kata Anton bahwa ada dua jenis lampu lampion yang dibuatnya yakni berdiameter 30 cm dengan tinggi 30 cm serta berdiameter 25 cm dengan tinggi 50 cm .

Menurutnya kalau tidak pakai lampu harganya Rp 65 ribu sedangkan yang pakai lampu Rp 85 ribu dengan tambahan variasi tulisan .  Dirinya membuat lampion secara otodidak . Untuk memasarkan produknya, Anton mengaku menggunakan media sosial serta jaringan orang dari mulut ke mulut .  Dirinya bersyukur bahwa lampu lampion buatannya laris manis dipesan masyarakat.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Hujan Deras Petir Sambar Rumah Mbah Supi di Desa Wotan Pulung
Next: Sekolah Terendam Banjir, Pelajar MIN 6 Paju Belajar Dirumah

Related Stories

HRB
  • Jelajah

Peringati Hari Bumi, Kelompok Peduli Sungai Pasang Barikade Ban di Sungai Tambak Kemangi

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 13:47 WIB
MARJUNI
  • Jelajah

Kemenhaj Ponorogo Ingatkan Jemaah Patuhi Aturan Barang Bawaan Pesawat

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 13:42 WIB
James
  • Headline
  • Jelajah

Jalur Jeruksing–Jabung Akhirnya Diperbaiki Tahun Ini, Anggaran Capai Rp3,5 Miliar

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 13:28 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.